Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

 Rokan Hulu (Segmennews.com)- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana di Dunia Pendidikan, Komisi III DPRD Kabupaten Rokan Hulu melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul di Jalan Panglima Sulung, Pasir Pangaraian, Selasa (5/2/2013).

Hearing tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III, H. Rosyidi, Husain Adam Syafaat Isma’il Hamkaz, SAg, MSi, Wahyuni, Ayatulah Komaini, Asri T, Asmeri, dari Disdikpora diwakili Sekretaris H. Zulkifli,  Kasubag Keuangan dan Kabid Pendidikan menengah dan Kejuruan.

Meskipun banyak terkuak beragam persoalan dan permasalahan mengenai penanganan pendidikan di Rohul, namun anggota Legislatif maupun pihak Disdikpora Rohul tetap sepakat dengan target program pendidikan Terbaik di Provinsi Riau Tahun 2016.   

Dari hasil kunker anggota DPRD dan aspirasi masyarakat, terkuak masih banyak sekolah Dasar yang membutuhkan bantuan sarana dan prasarana maupun moubiler-nya yakni sekitar 13 sekolah. Meskipun Disdikpora telah banyak mendapatkan dan APBN, namun diharapkan di tahun 2013 ini harus lebih mengutamakn sekolah yang sangat membutuhkannya.

Disdikpora juga diminta agar program sertifikasi DPRD Rohul  harus transparansi mengenai pengaloaksian dana maupun data-data terkait itu, sebab banyak isu mencuat di tengah-tengah masyarakat, dana sertifikasi itu ada dugaan Pungutan Liar (Pungli).

Sedangkan penerima dana sertifikasi sebanyak 1818 guru, lulus tahun 2012 sebanyak  382 guru, sedangkan lulus sertifikasi provinsi 1436 guru,  kemudian gajinya dibayarkan melalui dana dekonstrasi sebanyak 258  guru,  sedangkan total Anggran Tahun 2012 lalu sebesar Rp 7 M, adanya pemabayaran pusat, pusat membayar begitu juga ada juga dana dekon dari provinsi.

Begitu juga dengan data bantuan siswa miskin (BSM) juga perlu ketransparansian, sehingga bantuan tersebut tepat sasarannya, alokasi dana BSM tiap bulan, sebesar Rp 360 ribu per siswa untuk tingkat SD dan  tingkat SMP sebesar Rp 550 ribu per siswa, penyaluran secara langsung rekening siswa.

Dalam hearing tersebut sekretaris Disdikpora tidak bisa menjawab semua pertanyaan dari DPRD, yang menyangkut kebijakan dirinya menunggu Kadisdikpora Rohul pulang dari Dinas Luar.

"Saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan bapak (anggota DPRD), saya meminta agar pihak Disdikpora yang memaparkan, terkait RSBI hingga saat ini belum ada keputusan Mahkamah Konstitusi, rencana tanggal 11 hingga 12 Februari mendatang Disdikpora sudah diundang ke Jakarta dalam rangka pembahasan program rembuk pendidikan nasional," kata Zulkifli.

Sedangkan besaran pungutan yang diperbolehkan oleh Komita, Disdikpora  secara tegas akan memberikan surat  pada sekolah-sekolah apa saja bentuk pungutan di sekolah, komite sekolah berhak melakukan pungutan dan bagaimana standarnya  agar pungutan itu tidak memberatkan masyarakat miskin.

Dalam menyokong kualitas tenaga pendidik dan kesejahteraannya, pihak Disdikpora terus berupa semaksimal mungkin agar pendidikan itu dapat merata di masyarakat, seperti adanya guru komite, guru Guru Bantu (GB) daerah terpencil, GB Kabupaten dan  GB Provinsi, baik dana bersumber dari APBD, APBP Provinsi dan ABPBN. (adv/humas)

Komisi III DPRD Hearing Disdikpora Rohul

 Rokan Hulu (Segmennews.com)- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana di Dunia Pendidikan, Komisi III DPRD Kabupaten Rokan Hulu melakukan ...

Rabu, 30 Januari 2013

Siak (Segmennews.com)- Ratusan pelajar SMA sederajat, Rabu (30/1/13) menggelar ikrar pelopor keselamatan berlalulintas di Mapolres Siak.

Aksi Berbentuk apel untuk berikrar dengan Komandan satuannya dari Satuan Polisi Lalulintas (Satpolantas) Polres Siak AKP Syafril, sementara Inspektur upacaranya Kapolres Siak AKBP S.Putut Wicaksono. Selain itu dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Siak Alfedri, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Irfanuddin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Zainul Arifin.

Peserta yang ikut dalam apel tersebut terdiri dari pelajar setingkat dengan SMA sederajat yakni berjumlah dari 14 Sekolah yang setingkat SMA dan yang hadir dari 14 sekolah yang ikut hadir hanya 11 sekolah.

Kapolres Siak AKBP Sugeng Putu Wicaksono dalam arahan nya mengatakan, angka kecelakaan Lalu Lintas saat ini menjelma menjadi fenomena yang menakutkan. Hal itu terlihat dari angka kecelakaan yang demikian tinggi di indonesia termasuk di wilayah Kabupaten Siak.

"Hal ini menjadi Dasar di laksanakan gerakan pelopor keselamatan berlalu lintas, dimana gerakan pelopor ini di harapkan menjadi gerakan besar untuk dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan akhirnya dapat meningkatkan angka keselamatan di jalan," terang Kapolres.

Selain itu diungkapkan Kapolres  dari hasil analisa dan evaluasi satuan lalu lintas Polres Siak tahun 2012, kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebanyak 268 kasus dengan korban meninggal dunia 83 orang,Luka berat 247 orang,luka ringan 181 orang. Kemudian yang melibatkan para pelajar cukup tinggi yaitu tercatat dalam data kami sebanyak 25 kasus dengan korban meninggal dunia 31 orang luka berat 29 orang dan luka ringan 23 orang.

"Tentu sangat mengkawatirkan kita semua yang mana para pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus mengalami nasib tragis di jalan raya dengan akibatnya meninggal dunia,luka berat bahkan mengalami cacat seumur hidup," ujar Kapolres.

Setelah itu, Wabup Siak Alfedri, Kajari Siak,Ketua PN serta para undangan yang hadir memubuhkan tanda tangan di baliho pelopor keselamatan berlalu lintas ,di ikuti para guru dan pelajar. (rinto)

Ratusan siswa SMA di Siak Ikuti Ikrar Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Siak ( Segmennews.com )- Ratusan pelajar SMA sederajat, Rabu (30/1/13) menggelar ikrar pelopor keselamatan berlalulintas di Mapolres Siak....

Selasa, 29 Januari 2013

Kadri yafis
Siak (Segmennews.com)- lima pelajar SMAN 1 Kecamatan Kotogasib mewakili Kabupaten Siak dan Propinsi Riau mengikuti Klinik Pancasila di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Mereka adalah yakni Fahmi Amri, Rahayu Eka Putri, Zurneli Kurnia Putri, Safira Amalia Ramadhani dan Indah Stevani, dan Keberangkatan para siswa tersebut dijawalkan Rabu (30/1/13) dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Siak Drs Kadri Yafis MPd, Kepala UPTD Norman dan Kepala sekolah SMAN 1 Kotogasib Dwi Saksono.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Siak Kadri Yafis menjelaskan bahwa, SMAN 1 Kotogasib yang pertama menjadi Pelopor Klinik Pancasila di Riau khususnya. Kabupaten Siak mendapatkan undangan dari MK di Jakarta dimana SMAN 1 Koto Gasib telah melaksanakan Klinik yang akan mengirim lima orang siswanya.

"SMAN 1 Kotogasib, Siak mewakili Provinsi Riau untuk mengikuti klinik pancasila di MK, dan lima pelajar dari sekolah tersebut akan menjadi dokter klinik Pancasila di MK,mereka akan menyampaikan tentang Pancasila. Kita mendapat informasi baru sekolah tersebut yang pertama melaksanakanya," jelas Kadri Yafis.

Selain itu dikatakan Kadri Yafis bahwa, lima pelajar tersebut akan menjadi dokter dan pasien mereka diantaranya dari rektor pertahanan UI,SMAN 21 Jakarta,SMP 7 Jakarta,SMP 216 Jakarta,SMP 101 Jakarta,SMP 193 Jarkarta, SMP 21 Sei Penuh Jambi,SMA 2 Banjar Lampung, SMAN 69 Jakarta dan berapa sekolah lainnya.

Tentunya, undangan tersebut merupakan suatu penghargaan bagi Kabupaten Siak khususnya Provinsi Riau umumnya. (rinto)

Lima Pelajar Siak Dilepas Wakili Riau Ikuti Klinik Pancasila ke MK

Kadri yafis Siak ( Segmennews.com )- lima pelajar SMAN 1 Kecamatan Kotogasib mewakili Kabupaten Siak dan Propinsi Riau mengikuti Klinik ...

Senin, 21 Januari 2013


Duri (Segmennews.com)- Memang tidak semua bantuan-bantuan untuk dunia pendidikan itu selalu terealiasi dengan baik, terutama masalah sarana dan prasarana.

Walaupun ada yang bantuan yang siap di bangun dan di fungsikan, tetapi tetap saja masih ada yang terbengkalai. Seperti yang terjadi pada Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 Duri, beralamat di Jalan Inpres Ujung, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Ada tiga unit bantuan ruangan kelas yang di anggarkan melalui Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah Pusat saat ini terlihat ngangur.

Menurut Kepala SDN 14 Duri, Muslim T Spd ketika di temui baru-baru ini di ruangan kerjanya mengatakan bahwa, bantuan tiga unit ruangan kelas tersebut sudah sejak tahun 2007 silam. Namun entah kenapa bangunannya kok baru sebatas selesai pada dinding dari batu bata.

Melihat hal tersebut, kasek sudah sering mengusulkan ke pemerintah agar bangunan ruangan kelas tersebut bisa di selesaikan sehingga bisa di fungsikan oleh sekolah, namun pada kenyataannya sampai tahun 2013 pun belum ada kabar juga.

Bahkan sudah ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis maupun provinsi yang melihat langsung ke sekolah bangunan tersebut tapi hanya sekedar melihat. Nyatanya sampai sekarang belum juga di selesaikan.

“Memang pekerjaan bantuan 3 unit ruangan kelas tersebut bukan sejak saya menjadi kepala sekolah disini. Karena setelah saya menjadi kepala sekolah disini sejak 2008 bangunan tersebut sudah ada,” cetus kasek. (ur/snc)

Tiga RKB SDN 14 Duri Dimubazirkan

Duri ( Segmennews.com )- Memang tidak semua bantuan-bantuan untuk dunia pendidikan itu selalu terealiasi dengan baik, terutama masalah sa...

Jakarta (Segmennews.com)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memanggil kepala dinas pendidikan seluruh provinsi ke kantornya, Senin pagi ini, 21 Januari 2013, pukul 10.00. Menurut juru bicara Kementerian Pendidikan, Ibnu Hamad, pertemuan ini untuk membicarakan masa transisi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

"Kalau semuanya datang, ada 33 kepala dinas," kata Ibnu ketika dihubungi Senin, 21 Januari 2013.

Menurut Ibnu, selain membicarakan masa transisi, Nuh juga ingin mengetahui kondisi di daerah setelah RSBI dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Kementerian berharap kepala dinas semua provinsi bisa memaparkan seluruh permasalahan untuk dicari solusinya.

Mahkamah Konstitusi membubarkan sekolah bertaraf internasional dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, 8 Januari 2013 lalu. Hal ini merupakan dampak dari dikabulkannya uji materi terhadap Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur pembentukan sekolah bertaraf internasional.

Majelis hakim konstitusi menilai pembentukan sekolah bertaraf internasional berpotensi mengikis rasa bangga dan karakter nasional. Hal ini bertentangan dengan konstitusi yang menganjurkan pemerintah untuk semakin meningkatkan rasa bangga dan membina karakter bangsa. Selain itu, pembentukan sekolah RSBI melahirkan perlakuan berbeda pemerintah terhadap sekolah dan siswa. Hal ini dianggap bertentangan dengan Pasal 31 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 tentang Hak dan Kewajiban Menjalankan Pendidikan.

Sepekan setelah pembubaran RSBI, Menteri Nuh dan Ketua Mahkamah Kontitusi Mahfud Md. bersepakat, penghapusan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional baru bisa dilakukan pada tahun ajaran baru. Menurut Mahfud, putusan lembaganya yang menghapus RSBI dilakukan bertahap. "Ini urusan pendidikan, harus ada terminal peralihan," kata Mahfud, 13 Januari lalu.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di seluruh Indonesia ada 1.397 sekolah RSBI. Perinciannya, sekolah dasar sebanyak 293, sekolah menengah pertama 351, sekolah menengah atas ada 363 institusi, sementara SMK 390 sekolah. (ur)

Mendikbud Panggil 33 Kepala Dinas Bahas RSBI

Jakarta ( Segmennews.com )- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memanggil kepala dinas pendidikan seluruh provinsi ke kantorny...
int

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Senin (21/1) pagi Kelompok Kerja Guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG-MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan Kemenag Rokan Hulu menerima bantuan 17 unit komputer, laptop dan infokus dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu.

Penyerahan bantuan langsung dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan,MA didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Drs.H.Syahruddin,M.Sy dan sejumlah pengawas madrasah di lingkungan Kemenag Rohul.

Dalam arahannya, Kakankemenag mengharapkan bantuan berupa alat komputer, laptop, dan infokus yang diberikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kerja sebagai guru PAI. ''Semoga bantuan ini bermanfaat, dan bisa menjadi penunjang kelancaran kerja serta untuk pengembangan diri guru PAI,''ujar Supardi.

Lebih lanjut Supardi mengungkapkan, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan sebuah aset negara yang semestinya diberikan perhatian secara serius, baik untuk kelancaran tugsanya maupun kesejahteraanya. Karena, sambung Ahmad Supardi, ditangan para guru PAI lah terletak tingkat pengatahuan agama genarasi muda islam dimasa yang akan datang.

Pemberian bantuan ini, menurut Supardi meruapakan salahsatu bukti tingginya perhatian Kemenag Rohul terhadap guru PAI. ''Ini salahsatu bukti bentuk perhatian kita terhadap guru PAI ini, untuk kesejahteraan pada tahun lalu kita sudah usulkan ke Pemkab agar diberikan bantuan Kesra, dan Alahmdulillah berhasil dengan penerimaan Rp 500 ribu perbulan, dan untuk tahuan 2013 ini hal yang sama juga telah diusulkan,''tutur Supardi.

Dengan cukup tingginya bentuk perhatian yang diberikan terhadap guru PAI tersebut, terakhir Kakankemenag berharap mestinya guru PAI membarenginya dengan selalu meningkatkan kualitas diri. Sehingga pelajaran PAI yang diberikan terhadap anak didik bisa berjalan baik dan ada perkembangan metode.(gib)

17 Unit Komputer Diserahkan kepada Guru PAI di Rohul

int Rokan Hulu ( Segmennews.com )- Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Senin (21/1) pagi Kelompok Kerja Gu...

Rabu, 16 Januari 2013

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Muballigh dan Moballiqhoh yang tergabung dalam Majelis Dakwah Islamiah (MDI) Kabupaten Rokan Hulu diminta melaksanakan perannya sebagai pengawal ummat dengan memberikan pengetahuan dan pencerahan tentang agama dengan santun.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu melalui Kepala Seski Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Rusli,S.Ag dihadapan Muballiqh MDI Kabupaten Rokan Hulu pada pada acara Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu'an (PPTQ) sistem 40 jam di hotel Gelora Bhakti, Selasa (15/1) sore kemarin.

Hal tersebut menurut Rusli penting untuk disampaikan mengingat semakin kompleknya persoalan keagamaan masyarakat yang hidup di tengah pengaruh perkembangan tekhnologi informasi global saat ini.

Soal penyampaian dakwah, dikatakan Rusli juga seharusnya menjadi perhatian serius dan mesti diikuti perkembangannya oleh muballiqh dan muballiqhoh.
''Begitu juga cara penyampaian, mestilah santun, memberikan kesejukan, tidak ada provokasi, sehingga apa yang disampaikan tersebut mudah dicerna dan dilaksnakan masyarakat,''ujarnya.

Terkait kegiatan yang digelar MDI tersebut menurut Kasdi Bimas merupakan sesuatu yang bernilai sangat positif untuk menambah pengetahuan muballiqh tentang ilmu tarjamah Al Qur'an. ''Kita  tentunya memberikan apresiasi tinggi kepada MDI Rohul yang menaja kegiatan ini, kita harapkan para muballiqh bisa mengikuti serius dan kedepannya bisa pula mengajarkannya kepada masyarakat melalui ceramah dan dakwahnya,''pungkasnya.

Sementara itu disisi lain, Ketua MDI Rokan Hulu, H. Zulkifli Syarif, S.Ag, M.pd.I dalam laporannya mengatakan, kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu'an sistem 40 jam ini sengaja ditaja dalam rangka memberikan tambahan wawasan tentang ilmu terjamah Al Qur'an. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak muballiqh yang lancar atau mahir menterjamahkan Al Qur'an.

Zulkifli juga berharap, dengan kegiatan ini setiap muballiqh di Rokan Hulu ini mampu menterjemahkan Al Qur'an
sehingga dalam dakwah yang disampaikannya di tengah masyrakat bisa betul betul bersumber dari Al Qur'an.

Selain itu, kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu'an sistem 40 jam yang digelar selama 2 hari tersebut juga bertujuan sebagai ajang silaturrahim antar muballiqh dan muballiqhoh se Rokan Hulu.
''Ini juga silaturrahim, kita berharap ada sharing informasi pada kegiatan ini, sehingga persoalan persoalan keummatan saat ini bisa dicarikan solusinya,''tutur Zul.

Kegiatan Orientasi Pengajaran Program Terjemah Al Qu'an sistem 40 jam yang ditaja MDI Rohul kali ini diikuti sebanyak 90 Muballiqh dan Moballiqhoh se Rokan Hulu. Adapun narasumbernya adalah H. Darmawan,Lc, MA, dan H.Rahmat Taufiq,Lc.MA dari Pekanbaru.(rls)

MDI Rohul Taja PPTQ Sistem 40 Jam

Rokan Hulu ( Segmennews.com )- Muballigh dan Moballiqhoh yang tergabung dalam Majelis Dakwah Islamiah (MDI) Kabupaten Rokan Hulu diminta ...

Kamis, 10 Januari 2013

Kepenuhan (Segmennews.com)- Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir H Hafith Syukri MM resmikan pemakaian gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang dibangun melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Panca Surya Agrindo (PSA) Kebun Tambusai, Kamis (10/1/2013).

Peresmian sekolah tersebut adalah salah satu dari sekian gedung sekolah yang dibangun oleh perusahaan PT PSA melalui Program CSR tahun 2012. SMP Tiga Hati dibangun dengan tiga lokal, saat ini telah melakukan penerimaan siswa.

General Manager PT PSA, Yusuf Siregar SP menyampaikan bahwa pembangunan SMP tiga hati ini telah dianggarkan senilai Rp 326.400.000 dengan fasilitas 3 ruangan siswa dan satu ruangan kantor dilengkapi sarana mengajar dan pengajar sebanyak 13 orang tenaga pengajar.

Sekolah juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dengan siswa sebanyak 780 orang dan guru Komputer 26 orang. Pembangunan itu adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak karyawan di lingkungan Perusahaan PT PSA.

"Kita memprioritaskan Program CSR Perusahaan kepada Pendidikan baik pada pembangunan sekolah penambahan ruang kelas maupun penyaluran bea siswa yang dilakukan secara berkala. Tahun 2013 ini juga PT PSA tetap akan memprioriratkan CSR kepada Pendidikan, hal itu akan mempercepat pencerdasan masayarakat yang kita harapkan bersama," tegas Yusuf.

Disamping itu, wakil Bupati Rokan Hulu, Hafith Syukri menuturkan bahwa Program CSR PT PSA ini sangat baik dan menyentuh ke masyarakat, diharapkan program tersebut mampu mempercepat pencerdasan masyarakat. Wabup juga mengingatkan kepada perusahaan yang lain agar memprioritaskan Program CSR mereka kepada Pendidikan agar bersinergi dengan Pemerintah.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada PT PSA yang telah memprogramkan CSR-nya kepada pendidikan. Ini perlu di contoh oleh perusahaan yang lain. Selain berguna mencerdaskan masyarakat, hal itu juga akan mendekatkan perusahaan dengan masyarakat, jika masyarakat dan perusahaan saling mendukung, maka pencapaian kesejahteraan akan terwujud," papar wabup.

Peresmian SMP tiga hati juga dihadiri oleh Kapolres, AKBP Yudi Kurniawan SIK MSi, Kejari, Syafiruddin SH,MH, Camat dan seluruh kepala Dinas, badan dan kantor Pemkab Rohul serta jajaran karyawan PT PSA. (dab)

Wabup Rohul Resmikan SMP-S Tiga Hati CSR PT PSA

Kepenuhan ( Segmennews.com )- Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir H Hafith Syukri MM resmikan pemakaian gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) swas...

Selasa, 08 Januari 2013

Jakarta (Segmennews.com)- Pelajaran bahasa daerah di Kurikulum 2013 tidak tercantum secara tegas. Bahkan, mata pelajaran muatan lokal yang selama ini salah satunya diisi pelajaran bahasa daerah tidak ada.

Untuk itu, Forum Peduli Bahasa Daerah se-Indonesia meminta agar muatan lokal atau bahasa daerah dicantumkan secara eksplisit.

Ketiadaan mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah dalam Kurikulum 2013 yang diujipublikkan menimbulkan ketidakpastian ada atau tidaknya pelajaran bahasa daerah di sekolah.

Pelajaran bahasa daerah yang diwajibkan di sejumlah daerah dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dilakukan dengan memanfaatkan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, pada struktur Kurikulum 2013 tidak ada mata pelajaran mulok. Yang ada yakni mata pelajaran seni budaya dan prakarya.

Desakan agar mulok bahasa daerah ditulis secara eksplisit dalam Kurikulum 2013 disampaikan Forum Peduli Bahasa Daerah se-Indonesia yang diterima Ketua Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR Utut Adianto di Jakarta, Senin (7/1).

Forum Peduli Bahasa Daerah se-Indonesia ini terdiri dari 59 institusi seperti guru bahasa daerah, himpunan mahasiswa bahasa daerah, perguruan tinggi yang mengajarkan program studi bahasa daerah, sekolah, hingga komunitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Belajar bahasa daerah sama pentingnya dengan ilmu pengetahuan yang lain. Karena itu, pelajaran bahasa daerah tetap perlu dimasukkan dalam struktur Kurikulum 2013 secara nasional.

"Adanya pengakuan pada pelajaran bahasa daerah menunjukkan pengakuan bangsa ini untuk menjaga keanekaragaman bahasa yang merupakan bagian dari budaya dan jati diri bangsa," kata Dingding Haerudin, Ketua Jurusan Bahasa Sunda di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang juga Ketua Rombongan Forum Peduli Bahasa Daerah se-Indonesia.

Suwardi Endraswara dari Forum Ketua Jurusan dan Kepala Program Studi Pengelola Bahasa, mengatakan gerakan masyarakat yang peduli pada eksistensi bahasa daerah dari berbagai daerah di Indonesia ini akibat Kurikulum 2013 yang abu-abu dalam mengatur pelajaran bahasa daerah dengan tidak mencantumkan mulok bahasa daerah. Selain itu, bahasa daerah pun kemungkinan diintegrasikan dnegan pelajaran lain seperti seni budaya dan prakarya.

"Bahasa daerah tetap perlu berdiri sendiri. Kita harus berpihak untuk mengembangkan bahasa daerah supaya eksistensinya tetap ada, sejalan juga dengan penguasaan pada bahasa Indonesia dan bahasa internasional," kata Suwardi.

Reni Marlinawati, Anggota Komisi X, mengatakan eksistensi bahasa daerah lewat lembaga pendidikan harus didukung. Untuk itu, Panja Kurikulum Komisi X DPR sedang mengkaji Kurikulum 2013, termasuk pelajaran bahasa daerah.

Dukungan pada eksistensi bahasa daerah agar tetap ada dalam Kurikulum 2013 sepertinya keinginan kita semua, termasuk DPR.

"Kami akan perjuangkan supaya pemerintah menegaskan keberpihakan pada pembelajaran bahasa daerah di sekolah," kata Reni.

(kmc/snc)

Bahasa Daerah Harus Masuk Kurikulum 2013

Jakarta ( Segmennews.com )- Pelajaran bahasa daerah di Kurikulum 2013 tidak tercantum secara tegas. Bahkan, mata pelajaran muatan lokal ya...

Selasa, 11 Desember 2012

Int
Jakarta (Segmennews.com)- Tidak seperti pada tahun sebelumnya, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan bebas biaya pendaftaran alias gratis. Selain itu, penerimaan mahasiswa baru di PTN akan didasarkan pada penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan hasil Ujian Nasional (UN).

Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan bahwa mekanisme penjaringan dengan nilai rapor dan hasil UN sama dengan mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan pada SNMPTN 2012. Hanya saja kali ini, kuota yang disediakan jauh lebih banyak yaitu sebesar 60 persen untuk seluruh Indonesia.

"SNMPTN 2013 kali ini bedanya dengan yang lalu adalah peserta yang mendaftar tidak dikenakan biaya. Semuanya ditanggung pemerintah," kata Akhmaloka, saat Peluncuran SNMPTN 2013 di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Senin (10/12).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, membenarkan bahwa SNMPTN 2013 kali ini bebas biaya. Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang bahwa pendidikan di Indonesia harus berkeadilan dan menjamin bahwa siapa saja dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

"Selama ini kan yang jadi hambatan itu baru mau masuk perguruan tinggi saja sudah kepikiran bayar uang pendaftaran," ujar Nuh.

"Sedangkan rektor nggak berani jamin kalau sudah bayar dan daftar terus dapat diterima," imbuh Nuh.

Melihat fenomena ini, akhirnya muncul keputusan bahwa seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional ini tidak lagi dikenakan biaya pendaftaran. Kementerian telah mengalokasikan dana dalam APBN 2013 sekitar Rp 100 milyar untuk keperluan seleksi nasional ini.

"Jadi siapa saja bisa masuk perguruan tinggi negeri tanpa perlu takut. Sistem ini juga diintegrasikan dengan bidikmisi. Jadi bagi anak dari keluarga tidak mampu, ikut seleksi dan jika lolos akan dapat beasiswa selama masa studi normal," tandasnya. (ur/snc)

2013, SNMPTN Bebas Biaya Pendaftaran

Int Jakarta ( Segmennews.com )- Tidak seperti pada tahun sebelumnya, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan b...

Senin, 10 Desember 2012

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, serahkan dana kesejahteraan kepada 853 orang guru, baik yang PNS 165 orang maupun yang Non PNS (honorer) 688 orang di lingkungan madrasah dan Kementerian Agama Kab Rohul, sejumlah 1,5 Milliar, yang bersumber dari dana hibah Pemda Rohul kepada Kemenag Rohul melalui APBD Tahun 2012. 

Pemberian dana ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru di lingkungan madrasah dan Kementerian Agama, yang selama ini  dikenal kesejahteraannya rendah.

Pemberian dana ini adalah Tahap Kedua atau enam bulan kedua (Juli-Desember), sebab pemberian dana tahap pertama atau enam bulan pertama (Januari-Juni) telah dibayarkan bulan Juli 2012 yang lalu. Besarnya kesra pertahun adalah Rp 6 juta bagi PNS dan Rp 3 juta bagi non PNS.  

Guru yang mendapat dana kesejahteraan tersebut sebanyak 135 orang PNS dan 668 orang Non PNS. Guru PNS mendapat Rp 3 juta, karena telah dibayarkan Rp 3 juta sebelumnya. Guru non PNS mendapat Rp 1,5 juta sebab telah dibayarkan sebelumnya 1,5 juta.

Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa pemberian dana kesra adalah salah satu bentuk perhatian dari Pemkab Rohul kepada guru agama dan guru madrasah, dan sekaligus sebagai pertanda betapa eratnya hubungan Pemda Rohul dengan Kemenag Rohul.

Untuk itu, Kakan Kemenag Rohul menyampaikan terima kasih dan tahniyah yang sebesar-besarnya kepada Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dan Ketua DPRD Rohul H Hasanuddin Nasution SH yang telah mengalokasikan anggaran Kesra guru ini dalam APBD Rohul 2012.

Ahmad Supardi juga berharap agar dana kesra ini dapat dianggarkan setiap tahun dalam APBD Rohul dan kalau bisa ditingkatkan nilainya, khususnya kepada guru non PNS, yang sekarang Rp 3 juta setahun, menjadi Rp 6 juta setahun, sama dengan kesra guru PNS.

Pemberian dana kesra ini sangat wajar karena honor guru madrasah non PNS hanya Rp 300 ribu setiap bulan. Honor ini sangat tidak wajar, sebab jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). UMK Rohul saja sudah 1,4 juta per bulan, masak guru Rp 300 ribu per  bulan, kesalnya. (dab)

Kesra Guru Madrasah Rp 1,5 Milliar di Rohul Cair

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, serahkan dana kesejahteraan kepada 853 orang guru, baik...

Kamis, 06 Desember 2012

Situbondo (Segmennews.com)- Sekelompok pelajar SMA di Situbondo dikabarkan menggelar arisan tak lazim. Disebut demikian, karena arisan diadakan untuk keperluan pesta seks dengan cara membooking PSK.

Pemenang arisan mendapat kesempatan menikmati uang hasil arisan untuk berkencan dengan PSK yang diinginkan. Arisan seks siswa itu terungkap berdasarkan hasil testimoni atau pengakuan seorang PSK berinisial YL kepada Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Situbondo.

Testimoni itu didapatkan KPA saat melakukan rapid test atau tes cepat HIV/AIDS kepada para wanita penghibur di sejumlah eks lokalisasi di Situbondo.

"Hingga hari ini ada 21 PSK yang terindikasi terjangkit AIDS. Rata-rata berasal dari luar Situbondo. Salah satunya berinisial YL memberikan testimoni mengejutkan itu. Dia mengaku sering dibooking pelajar SMA dari hasil uang arisan," kata anggota KPA Situbondo, Heryawan di kantor Dinas Kesehatan Situbondo, Kamis (6/12/2012).

Ironisnya, dari testimoni YL itu diketahui para pelajar pemenang arisan kerap datang ke lokasi pelacuran untuk membooking PSK dengan tetap mengenakan seragam sekolah. Hanya sesekali di antara pelajar itu menutupi seragamnya dengan memakai jaket. Disebut-sebut ada 6 pelajar yang pernah membooking PSK pemberi testimoni.

"Tetapi, bukan hanya satu PSK yang bersangkutan saja, ada beberapa PSK lain yang katanya juga pernah dibooking pelajar. Sayangnya si PSK tidak bisa menyebutkan pelajar dari SMA mana," lanjut Heryawan.

Pria yang juga Konselor HIV/AIDS Dinkes Situbondo menyebutkan, PSK yang pernah dibooking pelajar dari hasil arisan itu berusia muda, rata-rata dibawah 30 tahun. Sayangnya, Heryawan enggan menyebutkan secara detail tempat mangkal PSK yang biasa dibooking para pelajar dari uang hasil arisan tersebut.

Sementara dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo sendiri mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. Sekretaris Dispendik Situbondo, Ateng Zaelani mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.

"Laporan resmi baik secara tertulis maupun lisan, belum kami terima. Yang masuk ke kami baru informasi. Tapi kami akan serius menindaklanjuti, karena ini bisa merusak pelajar yang notabenenya generasi muda bangsa," tukas Ateng Zaelani saat dihubungi detikSurabaya.com.

Dispendik Situbondo Bentuk Tim Selidiki Arisan Seks Pelajar


Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Situbondo langsung mereaksi mencuatnya kabar arisan seks pelajar demi booking PSK. Dispendik membentuk tim melakukan investigasi kebenaran informasi tersebut. Tim melibatkan beberapa pihak terkait dalam lingkup Dispendik Situbondo.

"Meski belum di-SK, tim sudah kami bentuk untuk menyelidiki informasi itu. Tim melibatkan Bidang Dikmen, Seksi SMA dan Seksi SMK," kata Ateng Zaelani kepada detiksurabaya.com, Kamis (6/12/2012).

Sekretaris Dispendik Situbondo itu menuturkan, tim akan menulusuri kebenaran informasi adanya seks pelajar untuk sewa PSK tersebut. Jika benar, berikutnya tim akan terus mencari tahu asal sekolah dan oknum siswa yang menjadi anggota arisan seks.

"Jika benar dan ditemukan oknumnya, tentu kami akan melakukan tindakan. Dari sisi pendidikan, kami akan memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada mereka," papar pria asal Jawa Barat itu.

Informasi arisan seks siswa demi booking PSK itu dinilai sangat meresahkan. Diantaranya karena melibatkan kalangan pelajar yang notabene generasi muda bangsa. Selain itu, PSK yang dikencangi dikabarkan juga terjangkit HIV/AIDS. Sehingga rawan tertular dan berpotensi menambah penyebaran penyakit mematikan itu di Situbondo.

"Kami juga akan segera mengumpulkan para kepala sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta di Situbondo. Para kepala sekolah harus lebih mewaspadai dan mengawasi para siswanya," pungkas Ateng Zaelani.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok pelajar setingkat SMA di Situbondo dikabarkan menggelar arisan tak lazim. Disebut demikian, karena arisan diadakan untuk keperluan pesta seks dengan cara membooking PSK (pekerja seks komersial). Pemenang arisan mendapat kesempatan menikmati uang hasil arisan untuk berkencan dengan PSK yang diinginkan.

Arisan seks siswa itu terungkap berdasarkan hasil testimoni atau pengakuan seorang PSK berinisial YL kepada Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Situbondo. Testimoni itu didapatkan KPA saat melakukan rapid test atau tes cepat HIV/AIDS kepada para wanita penghibur di sejumlah eks lokalisasi di Situbondo.(dts)

Heboh Pelajar Situbondo Gelar Arisan Seks Demi Booking PSK

Situbondo ( Segmennews.com) - Sekelompok pelajar SMA di Situbondo dikabarkan menggelar arisan tak lazim. Disebut demikian, karena arisan d...

Rabu, 05 Desember 2012

Bogor (Segmennews.com)- Kesejahteraan guru ternyata masih menjadi masalah dalam dunia pendidikan. Selain sering terlambatnya tunjangan sertifikasi, honor para guru ini terkadang masih berada di bawah batas upah minimun regional sehingga banyak guru yang hidupnya pun di bawah garis kesejahteraan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa terkait hal ini akan dibahas mengenai upah minimum guru yang seharusnya. Namun upah minimum tersebut juga harus disesuaikan dengan beban minimum mengajar yang harus dipenuhi oleh para guru.

"Ini penting sekali. Tapi honor minimum ini harus dikaitkan dengan beban minimum. Jangan nanti karena ada honor minimum terus mengajar tidak sesuai jam. Atau misalnya yang satu ngajar lima jam dan yang satu 24 jam tapi nuntut sama," kata Nuh, seusai acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2012 dan HUT Ke-67 PGRI di Sentul International Convention Centre, Bogor, Selasa (4/12).

Selanjutnya, ia mengapresiasi langkah dari Pemerintah Kota Bogor yang akan mengatur upah minimum para guru dikaitkan dengan beban minimumnya melalui peraturan daerah. Menurutnya, hal ini dapat ditiru oleh pemerintah daerah lain mengingat kewenangan guru juga ada di tangan dinas pendidikan masing-masing daerah.

"Ini bagus. Jadi ada inisiatif dari pemerintah daerahnya. Tidak semuanya harus dari pusat," ungkap Nuh.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan dengan adanya rencana penetapan upah minimum guru dikaitkan dengan beban minimum mengajar. Menurutnya, rencana ini dapat menjadi solusi masalah kesejahteraan guru yang masih membayangi.

"Tidak masalah jika memang mau dikaitkan dengan beban minimum mengajar. Ini agar ada batasan dan tidak semaunya," ujar Sulistiyo dikutip Kompas.com.

Rencana Penetapan Upah Minimum Guru Segera Dibahas

Bogor ( Segmennews.com )- Kesejahteraan guru ternyata masih menjadi masalah dalam dunia pendidikan. Selain sering terlambatnya tunjangan s...

Senin, 03 Desember 2012

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu mengutus 85 orang peserta pada Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesanteren Daerah (Pospeda), diselanggarakan Provinsi Riau, 3 sampai 8 Desember tahun 2012.

Diatranya, 70 peserta dan 15 orang official, sedangkan cabang olahraga yang diikuti yakni, sepak bola, takraw, badminton, silat, tennis meja, bola volley dan seni.

Menurut kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Senin (3/11/2012) bahwa kegiatan lomba terselengara untuk mempererat tali silatrrahmi antar pondok pesantren se-Riau.

“Dalam perlombaan ini, pemenang akan memperbutkan piala Gubernur Riau, sedangkan pembukaan langusung dilakukan Gubernur Riau, Rusli zainal SE, target dari Kemenag Rohul bisa mendapat 3 besar,” harapnya. (gib)

Kemenag Rohul Utus 85 Orang Ikuti Pospeda Riau

Rokan Hulu ( Segmennews.com )- Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu mengutus 85 orang peserta pada Pekan Olahraga dan Sen...

Rabu, 28 November 2012

Pekanbaru (Segmennews.com)- Pasca pemukulan guru oleh oleh seorang oknum pejabat Dishut,Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, menyayangkan perlakuan tersebut. Ayat menyatakan, sangat menyesalkan aksi pemukulan yang dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan (Dishut) Provindsi Riau, Said Nurjaya alias Gepeng, kepada guru SDN 081, Nurbaiti.
  
"Saya sangat menyangkan atas aksi tersebut. Seharusnya para guru itu harus dihargai, kalau ada permasalahan harusnya diselesaikan secara baik-baik dan  kekeluargaan, bukan main pukul seperti itu. karna ini contoh yang tidak baik," ujar Ayat Cahyadi kepada  media melalui telefon selulernya, Rabu (28/11).
   
Ketika disinggung adanya ancaman dengan menggunakan senjata api yang dilakukan oleh Gepeng kepada Nurbaiti. dikatakan Ayat, sangsi senjata tersebut merupakan kewenang pihak kepolisian.
   
"Itu adalah kewenangan pihak kepolisian. Kalau memang ada masalah seharusnya ditindak. Masalah pengasuhan, seorang guru mempunyai hak untuk mendidik anak-anak disekolah, kalau ada perbuatan guru yang tidak menyenangkan itu bisa diselsaikan secara baik-baik. Kita sangat menyangkan aksi pemukulan tersebut," ujarnya mengulang.
  
Seperti pemberitaan sebelumnya diberbagai media, peristiwa pemukulan yang menimpa Nubaiti berawal dari ruang kelas 5 A, Senin (26/11), saat itu dirinya memberikan tugas kepada muridnya dalam mata pelajaran PPKN, Muhammad Rifki seorang muridnya didalam ruang kelas tersebut terus bercerita, kemudian ditegur sang guru. Namun tetap bercerita dengan teman yang berada disampingnya.
  
Setelah ditegur beberapa kali, Nurbaiti mendekati si murid dan langsung memarahinya dan memegang kepala sang anak sambil menyuruh anak tersebut pulang jika tidak mau belajar.
   
Si anak tersebut kepada Nurbaiti mengatakan 'jangan pegang kepala saya' selanjutnya meninggalkan ruangan belajar. Tidak lama berselang, disaat sang guru berada didalam ruangan, dan sementara murid keluar main, wali murid dari Muhammad Rifki, yakni Said Nurjaya langsung mendatangi Nurbaiti tanpa banyak cerita langsung menampar pipi Nurbaiti sembari mengancam dengan pistol yang dipegang wali murid itu.
  
"Dia tampar pipi saya, kemudian dia mengancam akan membunuh saya dan suami serta tujuh keturunan kami sambil mengeluarkan pistol yang berada di pinggangnya. Saya benar-benar takut, meskipun cuma dikeluarkan," ujar Nurbaiti kepada wartawan.
  
Dampak dari masalah ini, sekitar 500 guru yang di Kota Pekanbaru tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Kota Pekanbaru telah  menggelar demo dijalan Cut Nyak Dien dan dilanjutkan kedepan Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Aksi tersebut dilakukan meminta ketegasan Gubernur Riau untuk mencopot pelaku pemukulan guru tersebut. (sn/ur)
         

Ayat Cahyadi Kecam Pejabat Pemukul Guru

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Pasca pemukulan guru oleh oleh seorang oknum pejabat Dishut,Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, menyayang...
ilustrasi
Kepenuhan (Segmennews.com)- Diakibatkan banjir yang melanda Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, jembatan menuju sekolah SDN 006 dan SMPN 4 Kecamatan Kepenuhan hanyut terbawa arus banjir. Pasalnya, jembatan yang ada sebelumnya hanya terbuat dari susunan papan yang diikat.

Hingga saat ini jembatan yang melalui arus sungai lebar 4 meter tersebut belum dapat diperbaiki. Pihak sekolah dan masyarakat setempat hanya membuat jembatan darurat dari kayu seadanya, agar siswa dan siswi bisa melintas menuju sekolah mereka.

Sekretaris Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Zainuddin di konfirmasi Segmennews.com, Rabu (28/11/2012) melalui telephon membenarkan keadaan jembatan yang memperihatinkan tersebut.

"Ya, saya mendapatkan laporan dari pihak desa bahwa jembatan sekolah itu hanyut, sekarang masyarakat hanya membuat jembatan dari kayu seadanya saja," menjawab Segmennews.com. 

Sekdes yang saat ini mengikuti acara seminar di jakarta juga mengahrapkan agar pihak terkait dapat memberikan bantuan kepada pihak sekolah, agar siswa dan siswi dapat menimba ilmu tanpa ada kendala.

Sementara itu, dilain tempat anggota DPRD Rokan Hulu komisi III, Ismail Hamkaz SAg, Msi juga mengharapkan pihak terkait dapat membantu pembangunan jalan permanen bagi sekolah tersebut. (dab)

Duh, Jembatan ke SDN 006 dan SMPN 4 Kepenuhan Hanyut

ilustrasi Kepenuhan ( Segmennews.com )- Diakibatkan banjir yang melanda Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, jembatan menuju sekol...

Selasa, 27 November 2012

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (BEM UPP), Finus, didampingi Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI), temui Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Senin (26/11).tujuan Konsultasi pengembangan kegiatan Islaman bagi mahasiswa UPP.

Pertemuan ini dimaksudkan, untuk bersilaturrahim antara Presiden BEM UPP dengan Kakan Kemenag Rohul, sekaligus konsultasi pengembangan kegiatan keislaman bagi mahasiswa/i UPP, apalagi Kakan Kemenag Rohul ini adalah Pembina dan pembimbing masalah keagamaan di Rohul.

Sang Presiden BEM UPP Finus menyatakan, Rokan Hulu ini telah dikenal orang secara luas sebagai Negeri Seribu Suluk. Oleh karena itu, maka seluruh mahasiswa yang belajar di UPP harus memahami tentang seluk beluk negeri seribu suluk itu.

Presiden Finus dalam kesempatan itu, meminta kesediaan Kakan Kemenag Rohul, agar dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa UPP tentang Strategi Penerapan Syariat Islam di Indonesia khususnya di Rokan Hulu, pada hari Selasa (27/11/2012) bertempat di kampus UPP, Simpang Kumu, Pasir Pengaraian.

Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyambut positif undangan Presiden BEM UPP tersebut, sebab hal ini dirasa sangat penting, mengingat bahwa mahasiswa adalah cendekiawan muda, yang diharapkan dapat mengukir sejarah di masa datang.

Menurut Ahmad Supardi, mahasiswa UPP memiliki potensi yang cukup besar, berperan penting dan strategis dalam membawa perubahan, khususnya perubahan pola pikir kearah yang lebih baik bagi masyarakat Rohul.

“Perubahan pola pikir masyarakat ini sangat penting sebab kemajuan zaman yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, menuntut perubahan dan penyesuaian pola pikir, dari pola pikir lama menuju pola pikir baru,’ tegasnya mantap.(gib)

Presiden BEM UPP Temui Kakan Kemenag Rohul

Rokan Hulu ( Segmennews.com )- Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (BEM UPP), Finus, didampingi Sekretaris Umum ...

Senin, 26 November 2012

Drs H Ahmad Supardi Hsb MA
Rokan Hulu (Segmennews.com)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu mengutus tiga pegawai atau stafnya untuk mengikuti diklat yang digelar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang.

Tiga Staf tersebut antara lain, Sopian Hadi, S.Hum untuk mengikti Diklat Kehumasan, Rianti Daulay, SE untuk mengikuti Diklat Administrasi Kepegawaian dan Yudhi Zetya Gangga untuk mengikuti Diklat Pengeolaan Perpustakaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H. Ahmad Supardi Hasibuan,MA mengharapkan ketiga staf tersebut bisa mengikuti dengan baik dan serius diklat tersebut.

''Kita berharap mereka tidak hanya sekedar ikut, namun diharapkan bisa menyerap semua ilmu yang disampaikan Widyaiswara di BDK tersebut,'' ujarnya.

Lebih lanjut kata Supardi, tiga diklat yang diikuti tersebut dinilai suatu masalah yang sangat urghen. Terkait Kehumasan, sambung Supardi merupakan suatu hal yang dinilai sangat penting karena terkait langsung dengan pencitraan Kementerian Agama terhadap masyarakat, yang meliputi memberikan informasi tentang kegiatan dan kinerja Kementerian Agama di wilayah setempat.

Sementara itu mengenai Administrasi Kepegawaian, kata Supardi juga sesuatu hal yang tak kalah pentingnya. Karena menyangkut langsung kepentingan pegawai sebagai aparatur yang menjalan tugas.

''Pagawai itu juga mesti diurus kepentingannya dengan baik, makanya untuk itu perlu adanya tenaga pengelola administrasi kepegawaian yang betul-betul paham dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,'' ungkapnya.

Sebagai informasi, Diklat tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 19 - 18 November 2012.(gib/dab)

Tiga Staf Kemenang Ikuti Diklat di BDK Padang

Drs H Ahmad Supardi Hsb MA Rokan Hulu ( Segmennews.com )- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu mengutus tiga pegawai atau stafn...

Minggu, 25 November 2012

ROKAN HULU (Segmennews.com)- Sejarah mencatat bahwa pelaksanaan hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dari Kota Makkah menuju Kota Madinatul Munawwarah, adalah awal tonggak baru munculnya sebuah peradaban baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Di penghujung hayatNya, Islam berkembang di seluruh jazirah Arab, dengan peradaban yang tinggi. Bahkan hanya dalam rentang waktu yang relative singkat, agama Islam justru berkembang ke seluruh penjuru dunia, baik di Eropa maupun Asia dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa hijrah adalah sebuah perjalanan mengukir peradaban dunia yang gemilang.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA ketika menyampaikan Tablig Akbar STAI TUanku Tambusai Pasir Pengaraian, Sabtu (24/11/2012) bertempat di kampus STAI Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian.
Hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Rohul yang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan Drs H Tarmizi, Ketua STAI Tuanku Tambusai yang juga Ketua MUI Rohul, Drs H Hasbi Abduh MAg, Para Pembantu Ketua dan Majlis Dosen STAI Tuanku Tambusai, Ketua KPAID Rohul H Navrizal Lc, Kepala Sekolah/Madrasah se Rohul, Mahasiswa STAI.
Dikatakannya, kemajuan akan peradaban yang gemilangan tersebut, ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, disertai dengan peninggalan-peninggalan sejarah yang tidak tertandingi nilainya, seperti Alhambra di Granada, Spanyol dan Taj Mahal di Agra, India.

Kemajuan dunia Barat saat ini, justru tidak bisa dilepas pisahkan dari kemajuan dunia Islam dalam bidang ilmu pengetahuan, sebab dunia Islamlah yang melakukan penerjamahan besar-besaran ilmu pengetahuan Yunani Kuno ke dalam bahasa Arab, tegasnya.

Menurut Kakan Kemenag, Ilmu Pengetahuan Yunani kuno tersebut dipelajari dan dikembangkan oleh umat Islam, sehingga menghasilkan peradaban yang luar biasa. Dan dari dunia Islam inilah para mahasiswa Barat belajar akan ilmu pengetahuan, khususnya di Universitas Cordova di Spanyol.

Sementara itu, Ketua STAI Tuanku Tambusai Drs H Hasbi Abduh MAg, menyatakan bahwa STAI Tuanku Tambusai saat ini telah menamatkan sebanyak 700 orang yang tersebar di seluruh Rohul dan Provinsi Riau. (gib)

Kakan Kemenag Rohul : Hijrah Perjalanan Merubah Peradaban Dunia

ROKAN HULU ( Segmennews.com )- Sejarah mencatat bahwa pelaksanaan hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dari ...

Jumat, 23 November 2012

Siak (Segmennews.com)- Sebagai kota yang berbudaya melayu yang patut dilestarikan Kabupaten Siak sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Siak tahun 2011-2016 yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Siak yang sehat, cerdas dan sejahtera dalam lingkungan masyarakat yang agamis dan berbudaya Melayu serta Kabupaten Siak sebagai Kabupaten dengan pelayanan Publik terbaik di Provinsi Riau Tahun 2016. Untuk meningkatkan kebudayaan melayu yang ada di Kabupaten Siak kita ciptakan generasi-generasi penerus sesuai dengan kebudayaan yang bernilai agama serta peran orang tua yang jauh lebih penting.

Hal tersebut disampaikan Wabup Drs H Alfedri MSi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan dalam Rangka Studi Budaya dan Lapangan Praja IPDN Kampus Sumatra Barat di Kabupaten Siak, Jumat (23/11) dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs H Fauzi Asni MSi dan sejumlah mahasiswa IPDN Sumatra Barat di Ruang Raja Inda Pahlawan.

Saat mengawali sambutannya Wabub menjelaskan sekilas gambaran tentang Kabupaten Siak kepada mahasiswa IPDN Sumatra Barat. "Kabupaten Siak merupakan Negeri melayu yang harus di junjung tinggi dan untuk mencapai implementasi budaya melayu tersebut kita harus melestarikannya baik dalam segi berpakaian ataupun dalam segi seni budaya seperti tulisan arab melayu yang merupakan lambang dari melayu itu sendiri kemudian dalam segi tata kehidupan seperti acara perkawinan, tatanan makanan seta kesenian (tari Zapin, tari persembahan) dll. Seperti petuah bilang adat bersading sarak, sarak bersanding kitabullah. Nah ini sebagai bentuk budaya melayu yang kental dan harus selalu di junjung tinggi terutama bagi Masyarakat yang ada di Kabupaten Siak ini," Ujarnya.

Wabub juga menyinggung program Penyelenggaraan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Sesuai dengan UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah pada 126 ayat 2 yaitu: upaya meningkatkan efektifitas dan efensiasi penyelenggaraan pemerintah pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta lebih mengembangkan potensi wilayah maka di pandang perlu untuk melimpahkan sebagai kewenangan Bupati kepada Camat.

Selanjutnya Pemendagri No 4 tahun 2004 tentang pedoman pelayanan administrasi terpadu kecamatan kemudian implementasi Visi Bupati dan Wakil Bupati Siak tahun 2011-2016 mewujudkan pelayanan terbaik di Proponsi Riau tahun 2016 serta memberikan kemudahan kepada masyarakat yang berada di desa yang membutuhkan pelayanan di Pemerintah Kabupaten Siak. (rls)

Wabup Siak Terima Study Praja IPDN Kampus Sumbar

Siak ( Segmennews.com )- Sebagai kota yang berbudaya melayu yang patut dilestarikan Kabupaten Siak sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten...

 

berdaulat.co © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com