Tampilkan postingan dengan label Pekanbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekanbaru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)- Sejak pukul 7,30 WIB, Kamis (31/1/13) puluhan agent dan penumpang mendatangi kantor perwakilan maskapai penerbangan Batavia Air Pekanbaru. Mereka menunggu untuk dapat dikembalikanya tiket secara penuh atau refund full dan juga pengembalian deposit bagi para agent.

Dari pantauan riaiterkinicom dilapangan, hingga sampai saat ini kantor masih juga tutup dan tidak ada satu pegawai Batavia Air. Sebelumnya, loket Batavia Air yang berada di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga tutup, bahkan sudah di jaga beberapa pengamanan.

Mendapati kenyataan tersebut, ada beberapa penumpang dan agent yang mencoba menunggu. Pasalnya mereka belum mendapatkan kepastian resmi dari maskapai, bagai mana nasib tiket mereka.

"Saya jauh-jauh dari Dumai. Tidak mungkin saya langsung kabur. Kita tunggu saja sampai ada yang memberikab kepastian," jelas salah seorang agent dari Permata Travel Sri Wahyuni, Kamis (31/1/13).

Diceritakanya, ia telah membeli tiket yang totalnya puluhan juta. Jumlah tersebut berasal dari banyak pelanggan dan melakukan penerbangan lain waktu.

Hal yang sama di rasakan oleh salah seorang penumpang Doni, ia berharap tiket yang dibeli untuk empat orang bersama keluarga kembali. Ia telah membeli tiket tujuan Pekanbaru- Jakarta PP dengan total harga sekitar Rp3 jura.

Untuk diketahui, setelah maskapai penerbangan Batavia Air menerima putusan pailit dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat kemarin, seluruh operasional Batavia Air ditutup mulai tadi malam pukul 00.00 WIB.(dn/rtc/snc)

Kantor Batavia Air di Pekanbaru Diserbu Konsumen

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Sejak pukul 7,30 WIB, Kamis (31/1/13) puluhan agent dan penumpang mendatangi kantor perwakilan maskapai pene...
Pekanbaru (Segmennews.com)- Anomali cuaca yang terjadi di semua penjuru membuat harga -harga kebutuhan pokok seperti Cabai, tomat, bawang merah telur mengalami kenaikan. Bahkan di prediksi kenaikan harga ini di perparah lagi mulai mendekatnya  perayaan Imlek tanggal 10 Februari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, El Sabrina mengakui pengaruh cuaca yang ekstrem membuat pemerintah Kota Pekanbaru tidak bisa berbuat banyak.

"Cuaca yang telah menyebabkan produksi pertanian menurun, selain  juga karena gagal panen bagi beberapa komoditas sehingga saat hujan bawang merah tidak bisa dijemur akhirnya membusuk," urainya.

Menurut El Sabrina, kondisi ini akan kembali nomal dan pasokan tercukupi saat cuaca kembali normal. Meski ia tidak tidak menjamin sampai kapan cuaca ini akan berakhir.

"Kita tidak tau sejauh mana panjangnya cuaca ekstrim ini. Meski demikian kita agak lega untuk beberapa kebutuhan pokok yang tidak bisa di substitusi seperti beras, gula dan minyak goreng  masih dalam kedaan normal. Dan ini akan kita pertahakan karena ini kebutuhan primer, tidak seperti cabai, dan nabatai," katanya.

Ia menambahkan sejauh ini harga beras , minyak dan gula belum mengalami kenaikan. Kecuali satu jenis beras berkualitas bagus seperti anak daro asal Sumbar, pekan ini naik sebesar Rp9500 perkilo kini menjadi Rp10.000 perkilogram.

"Meski ada kenaikan pada cabai, bawang, dan telur masih bisa di tolelir karena besarannya masih di kisaran 5 persen," tandasnya.

Berdasarkan data yang di kumpulkan dari pedagang di  Pekanbaru harga  Cabai merah dua hari lalu sempat melambung di Rp40.000.

Kini turun sedikit jadi Rp35.000 naik dari harga sebelumnnya Rp24.000 per kilo. Tomat sayur kini di jual Rp10.000 perkilo dari harga sebelumnya hanya Rp 6.000,dan bawang merah kini di perdagangkan Rp21.000 naik dari harga sebelumnya Rp 16.000 terakhir telor ayam ras naik jadi Rp1.500 perbutir dari Rp 1.100 perbuti.(ra)

Jelang Imlek, Diprediksi Bahan Poko Naik

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Anomali cuaca yang terjadi di semua penjuru membuat harga -harga kebutuhan pokok seperti Cabai, tomat, bawan...
Pekanbaru (Segmennews.com)- Penertiban Pedagang kaki lima (PKL) di lokasi jalan Cut nyak dien Pekanbaru tidak semulus yang diharapkan, pasalnya beberapa tukang sate mengamuk, Rabu (30/1/2013) malam.

Alhasil penertiban itu nyaris ada bentrok fisik antara pedagang sate dan petugas satpol-PP. Walaupun tidak ada yang luka namun gerobak sate rusak.

Awalnya penertiban PKL yang dimulai sejak pukul 17.30 wib itu berlangsung aman dan tertib, tiga pintu masuk akses Jalan Taman Kota di kawal sekitar 250 tim yustisi. Namun tiba-tiba dari arah Jalan Pepaya datang beberap pedagang sate ke arah jalan Cut Nyakdien pada sekitar pukul 18.10 wib.

Sudirman nama pedagang sate di hadang tim yustisi tidak boleh masuk.perdebatan mulut pun terjadi,Tiba-tiba para PKL yang saat itu berkumpul di sekitar lokasi ikut menarik masuk gerobak. Aksi tarik dan  dorong pun tak terelakkan antara PKL dan tim yustisi yang berujung pada terbaliknya gerobak.

Komandan Peleton II Satpol -PP kota Pekanbaru, M. Harahap di lokasi mengatakan, mereka menempatkan 250 anggota di 3 titik untuk menghambat masuknya pedang.
  
Ketika di tanyakan apa ada perintah untuk mengangkat dagangan PKL, Ia menjawab,  tidak ada tetapi untuk mengantisipasi sebelum PKL masuk tim yustisi menutup tiga pintu dengan pagar betis.
  
Sementara pedagang sate, Sudirman mengakui berniat akan berjualan di taman Kota, akan tetapi mereka di larang dan di cegat tidak boleh masuk kekawasan tempat mereka berdagang.
  
"Saya mau  masuk  dilarang padahal saya sudah 8 tahun  mangkal di taman kota . saya cuma mau pinggirkan gerobak tetapi tiba-tiba saya tidak tahu lagi masa dan petugas tarik menarik gerobak dan akhirnya terjungkal," ujarnya.(den)

Penertipan PKL di Pekanbaru, Tukang sate Mengamuk

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Penertiban Pedagang kaki lima (PKL) di lokasi jalan Cut nyak dien Pekanbaru tidak semulus yang diharapkan, p...
Said Faisal alias Hendra
Pekanbaru(Segmennews.com) - Sidang kasus suap dana PON XVIII Riau 2012 sebesar Rp900 juta di Pengadilan Tipikor Pekanbaru Rabu petang tadi (30/1) menghadirkan saksi ahli Speech/Audio Forensik Ir R Sugeng Joko Sarwono yang dihadirkan oleh Penuntut Umum KPK untuk menganalisis suara ajudan Gubernur Riau Said Faisal alias Hendra.

Dalam kesaksiannya Ir R Sugeng Joko Sarwono menegaskan ada 20 kata yang sering diucapkan Said dalam penyadapan percakapan misalnya kata "malam", "kediaman", "barang", "selamat, Pak," "ditunggu" dan masih banyak lagi kata lain. Menurut Sugeng ini telah dituangkannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) KPK beberapa waktu lalu.

"Keaslian suara Said Faisal dari penyadapan dan rekaman penyidikan, 90 persen lebih itu adalah identik dengan suara Said Faisal," kata saksi ahli Ir R Sugeng Joko Sarwono di depan sidang yang dipimpin hakim ketua Isnurul SH MH.

Berkaca pada sidang sebelumnya Said Faisal sudah diancam pasal 22 dan pasal 174 oleh hakim ketua Isnurul SH MH karena Said berbohong di pengadilan karena tak mengakui itu suaranya. Hakim ketua Isnurul SH MH meminta penuntut umum KPK Riyono SH MH menerapkan pasal 22 dan 174 kepada Said Faisal ini.

Namun dalam sidang beberapa waktu lalu, Riyono SH MH dkk dari penuntut umum KPK belum berani menahan Said Faisal karena belum ada keterangan saksi ahli. Tapi dalam sidang Rabu petang tadi (30/1) sudah ada keterangan saksi ahli speech Forensik 

Ir R Sugeng Joko Sarwono yang menyatakan 90 persen lebih itu identik rekman suara Said Faisal, tapi kenapa Said Faisal tak ditahan penuntut umum KPK Riyono SH MH?

Beberapa wartawan dan LSM yang memantau jalannya sidang ini menilai penuntut umum KPK seperti "masuk angin" karena tak konsekuen menjalankan amanah hakim ketua Isnurul SH MH agar menahan Said Faisal. Suasana di pengadilan usai sidang petang tadi diwarnai kecurigaan para wartawan dan LSM terhadap penuntut umum KPK yang dituding loyo mempertanyakan kredibilitas penuntut umum KPK.(RPO/dn)

Aneh, Said Faisal Belum Ditahan Penuntut Umum KPK di Pekanbaru

Said Faisal alias Hendra Pekanbaru(Segmennews.com)  - Sidang kasus suap dana PON XVIII Riau 2012 sebesar Rp900 juta di Pengadilan Tipiko...

Rabu, 30 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)-Kejaksaan Tinggi Riau, melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan Islamic Centre, di Kabupaten Pelalawan.

Usai menjalani pemeriksaan administrasi di ruang Pidana Khusus Kejati Riau, Rabu (30/1). Tersangka yakni, AA, Sy, TA, FR, Zk dan RS supervisor engineer PT Wisatama Arsitek langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Pelalawan.

Keenam tersangka terlihat buru-buru memasuki mobil jaksa menuju Kejari Pelalawan dan enggan berkomentar ketika ditanya wartawan.

Kepala Kejati Riau, Eddy Rakamto, SH, MH melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan, SH, MH mengatakan, hari ini, Seksi Pidsus Kejati Riau, melimpahkan tahap II, kasus dugaan korupsi Pelalawan ke Kejari Pelalawan.

"Kita hari ini melimpahkan tahap II kasus Islamic Centre," ujarnya.

Ditanya apakah keenam tersangka akan ditahan, Andri mengatakan, bahwa masalah itu merupakan wewenang pihak Kejari Pelalawan.

"Masalah penahanan itu wewenang Kajari Pelalawan. Di sini kita hanya serah terima berkas dan para tersangkanya saja," jelasnya. (dn)

Tersangka Dugaan Korupsi Islamic Center Pelalawan Dilimpahkan

Pekanbaru ( Segmennews.com )-Kejaksaan Tinggi Riau, melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan Islamic Centre, di Kabupaten Pelalawan. U...
Mambang Mit
Pekanbaru (Segmennews.com)- Jelang pelaksanaan Pilgubri September 2013 seluruh Bakal Calon Gubernur Riau (Gubri) mempersiapkan strateginya. Diagendakan pada 4 Februari yang akan datang KPU Riau akan launching tahapan pelaksanaan Pilgubri 2013.

Namun Ketua DPD I Demokrat Riau HR Mambang Mit yang digadang-gadangkan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Riau mengungkapkan akan mengikuti proses pemilihan pasrah kepada masyarakat.

"Ya proses ini kan penting untuk menjalankan pemerintahan dengan baik. Ya hak masyarakat juga dapat dipenuhi dengan baik nantinya, kita serahkan saja kepada masyarakat," ucap mammbang Mit, Rabu (30/1/2013).

Dalam pemilihan beliau harus memberikan perhatian penuh dan sungguh-sungguh kepada masyarakat, dan yang terpenting katanya, adalah menjaga menjaga kondusivitas lingkungan.

"Paling penting menjaga kondusivitas dan apabila banyak calon-calon yang bermunculan itu kita kembalikan lagi kepada masyarakat untuk memilihnya sesuai hati nurani tanpa adanya paksaan," katanya lagi.

Untuk diketahui, pada 4 Februari KPU Riau akan meluncurkan tahapan pilgubri disamping agenda launching tersebut akan dilaksanakan juga pembentukan PPK dan PPS di kabupaten/kota yang dilanjutkan dengan bimbingan tekhnis. Pada tanggal 3 Maret akan diumumkan persyaratan pencalonan perseorangan dan  pasangan.

Tanggal 9-19 Maret penyerahan data Penduduk Potensi Pemilih Pemprov Riau ke KPU, tanggal 24 Maret perekrutan petugas Panitia Pemuktahiran Data Pemilih, sedangkan penyerahan berkas pasangan calon perseorangan ke KPU pada 2-8 April dan tanggal 4 Juni pendaftaran pasangan dan pengambilan formulir pasangan calon dari Parpol. (dn)

Pilgubri, Mambang Mit Pasrah Pilihan Masyarakat

Mambang Mit Pekanbaru ( Segmennews.com )- Jelang pelaksanaan Pilgubri September 2013 seluruh Bakal Calon Gubernur Riau (Gubri) mempersia...

Selasa, 29 Januari 2013


Pekanbaru (Segmennews.com)- Memanasnya isu kutipan retribusi Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Kota oleh Kecamatan Sukajadi ditanggapi serius Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
   
Asisten I Pemko Pekanbaru M Noer saat dikonfirmasi, Selasa (29/1), di Kantor Walikota menyatakan sudah mendengar isu tersebut dari media. Bahkan dirinya menegaskan sudah mengambil sikap untuk melakukan kros cek langsung ke Camat Sukajadi.
  
"Terkait laporan RSMI kemaren oleh Camat, Pemko akan usut, kalau itu terbukti akan kita tindak lanjuti," ujar M Noer.
  
Katanya, jika dari penelitian dil apangan kutipan retribusi Taman kota ini  terindikasi korupsi akan dilaporkan ke Inspektorat untuk diselidiki. "Kalau yang terbukti bersalah adalah PNS maka akan ditindak sesuai sanksi PNS. Kalau yang terbukti bersalah diluar PNS, mereka akan dilaporkan ke polisi," tandasnya.

Katanya, Taman Kota tidak tempat berjualan, jadi jika ada yang mengambil keuntungan di Taman Kota mengatas namakan Pemko Pekanbaru itu melanggar. "Itu  melanggar dan akan dilapor ke inspektorat," tandasnya.
   
Sebelumnya, Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Antoni Fitra beserta anggotanya mendatangi Kantor Walikota, untuk menyampaikan keluhan mereka. Katanya, mereka sudah membayarkan biaya retribusi sewa tempat dan biaya kebersihan sampah sebesar Rp3.000 perhari.
  
"Kita ada bukti retribusi pembayaran," jelas Antoni sembari menunjukkan bukti fotocopy retribusi.
  
Katanya lagi, mereka keberatan ditertibkan karena mereka sudah mengeluarkan biaya.

"Keberadaan kita di Taman Kota telah mendapat persetujuan dari masyarakat dan Camat Sukajadi," tutupnya. (dn/ur)

Pemko Pekanbaru Lacak Retribusi Ilegal Taman Kota

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Memanasnya isu kutipan retribusi Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Kota oleh Kecamatan Sukajadi ditanggapi se...

Senin, 28 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)- Terdakwa Ramlan Zas, mantan Bupati Rohul mengamuk dan berusaha menyerang Hakim dan Jaksa. Karena tak terima dirinya dinyatakan bersalah dan divonis 4 tahun kurungan penjara.

Hal itu terjadi di ruang sidang Kartika, Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (28/1) sore. Ramlan, terdakwa kasus korupsi pengadaan genset di Kabupaten Rokan Hulu.

Sidang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, terlihat aman dan santai. Tapi, usai majelis hakim yang diketuai Ida Ketut Suarta, SH, membacakan amar putusan vonisnya yang menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Atas perbuatan terdakwa, kami majelis hakim memutuskan atas pertimbangan, menyatakan, terdakwa divonis hukuman 4 tahun kurungan penjara," katanya.

Selain hukuman kurungan penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp200 juta atau subsider 2 bulan kurungan. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 Ayat 1 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Usai majelis hakim membacakan putusannya, terdakwa langsung menyatakan banding. Selang beberapa detik, ketika majelis hakim meninggalkan ruang sidang. Tiba tiba saja, terdakwa mencak mencak dan berteriak teriak menghina hakim

"Awas kalian ya..anjing kalian! Aku tidak pernah melakukan korupsi, malah aku yang kalian hukum. Awas kalian semua ya ku bunuh kalian," teriak Ramlan yang berusaha mengejar hakim dan jaksa.

Namun tindakan Ramlan Zas itu, cepat dicegah pihak keluarganya yang berusaha menenangkan terdakwa. Terdakwa tak menghiraukan ucapan dari istri serta sanak keluarganya, yang minta terdakwa istigfar serta tabah menerima cobaan ini.

Ramlan Zas terus berusaha melepaskan diri dari pegangan istri dan adiknya serta petugas dari Kepolisian dan pihak kejaksaan. Ramlan masih tetap ngotot akan menyerang hakim.

Setelah digiring keluar ruang sidang, Ramlan masih saja berteriak menghina dan meluapkan sumpah serapahnya kepada aparat penegak hukum tersebut.

Bahkan ketika digiring jaksa dan polisi menuju mobil tahanan. Terdakwa meronta dan menolak naik mobil tahanan.

Setelah berhasil diamankan aparat dan pihak keluarganya. Terdakwa kemudian meninggalkan Pengadilan dengan menggunakan mobil salah satu keluarganya. Namun, terdakwa tetap dalam pengawalan jaksa dan polisi menuju Lapas Pekanbaru. (dn/rtc/snc)

Mantan Bupati Rohul Ngamuk di Pengadilan

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Terdakwa Ramlan Zas, mantan Bupati Rohul mengamuk dan berusaha menyerang Hakim dan Jaksa. Karena tak terima ...

Sabtu, 26 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)- Kecewa terhadap KPK) yang belum juga menetapkan Gubernur Riau Rusli Zainal (RZ) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PON, BEM se-Kota Pekanbaru menggantung poster wajahnya di 'Tugu bahenol'.

Dari Jumat (25/1) hingga Sabtu (26/1) pagi, poster wajah RZ yang bertuliskan "Tersangka RUSLI ZAINAL' masih terpampang persis di bawah 'Tugu Bahenol'.

Sebelumnya, puluhan dari BEM se-Kota Pekanbaru menggelar aksi di sekitaran kantor gubernur. Koordinator Aksi Yopi Pranoto dalam orasinya meminta KPK secepatnya menuntaskan kasus korupsi PON XVIII Riau.

"Selain itu kita minta menetapkan status Rusli Zainal sebagai tersangka, serta memindahkan persidangan kasus korupsi PON di Pengadilan Tipikor Jakarta, agar lebih transparan dan mudah dikawal publik," ungkapnya.

Sebelum membubarkan diri dengan tertib, mahasiswa ini juga meminta kepada Rusli Zainal untuk segera mengundurkan diri sebagai Gubernur Riau. (dn/rtc/snc)

Wou! Poster Rusli Zainal digantung di "Tugu Bahenol".

Pekanbaru ( Segmennews.com) - Kecewa terhadap KPK) yang belum juga menetapkan Gubernur Riau Rusli Zainal (RZ) sebagai tersangka kasus duga...
Ilustrasi
Pekanbaru (Segmennews.com)- Warga di sekitar Pasar Lima Puluh, Pekanbaru heboh, pada Jumat (25/1) sekitar pukul 17.10. Pasalnya, pemulung yang sedang mengais-ngais di tempat sampah di pasar itu menemukan dua telapak tangan yang diduga milik manusia.

Abdul Rahman, yang ditemui di lokasi menuturkan, telapak tangan ini ditemukan pemulung perempuan. Dia berteriak ketakutan dan keluar dari tempat pembuangan sampah di pasar tersebut.

Teriakannya tersebut langsung mengundang warga sekitar. Warga mendekat untuk mengetahui penyebab pemulung itu berteriak.

Ternyata, pada tumpukan sampah yang tengah dikorek pemulung itu, tampak dua telapak tangan. Warga langsung heboh kemudian melaporkan hal ini kepada petugas Polsek Lima Puluh.

Petugas mendapat laporan itu langsung ke lokasi. Kemudian, petugas mengevakuasi dua telapak tangan tersebut ke kamar mayat RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena petugas forensik tidak ada, akhirnya kedua telapak tangan itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, Kapolesk Lima Puluh, Kompol Defrianto mengatakan, kedua belah telapak tangan yang menghebohkan tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara. Pasalnya, dokter forensik RSUD tengah berada di Padang.

Menurut Kapolsek, pihaknya menunggu hasil otopsi yang akan dilakukan oleh dokter forensik. Nantinya akan diketahui apakah telapak tangan tersebut milik manusia atau bukan.(tpc/snc/den)

Heboh! Ada Potongan Telapak Tangan Manusia di Tempat Sampah

Ilustrasi Pekanbaru ( Segmennews.com )- Warga di sekitar Pasar Lima Puluh, Pekanbaru heboh, pada Jumat (25/1) sekitar pukul 17.10. Pasal...

Kamis, 24 Januari 2013

Tamsir dan Taufan
Pekanbaru (Segmennews.com)- Dua Wakil Ketua DPRD Riau akhirnya diajukan diganti oleh partai mereka masing-masing karena dugaan keterlibatan praktik korupsi. Surat Pergantian Antar Waktu (PAW) sudah diterima Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dari partainya masing-masing.

Dua anggota DPRD Riau yang di-PAW itu adalah Taufan Andoso dari Fraksi PAN dan Thamsir Rachman dari Fraksi Partai Demokrat.

"Partai yang bersangkutan sudah mengirimkan surat PAW kepada kita. Dan penarikan keduanya oleh partainya masing-masing sudah kita limpahkan ke KPUD Riau," kata Johar kepada detikcom, Kamis (24/1/2013).

Taufan dituntut KPK dengan ancaman penjara 5 tahun dalam kasus suap PON. Sementara Thamsir Rachman telah divonis 8 tahun di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Thamsir mantan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Riau ini, melakukan tindak pidana korupsi APBD tahun 2006 saat menjabat.

Menurut Johar, saat ini total anggota DPRD Riau yang di-PAW ada 5 orang. Selain dua unsur pimpinan itu, sebelumnya sudah ada 3 anggota yang juga di rekomendasi untuk di-PAW.

Mereka adalah M Dunir (PKB) dan Faisal Aswan (Golkar) yang keduanya merupakan terpidana kasus korupsi suap PON. Belakangan, Partai Demokrat juga menarik anggota Tengku Azwir yang juga tersandung kasus korupsi saat menjabat di Kabag Keuangan di Pemkab Rokan Hulu (Rohul).

"Semuanya masih dalam proses, nantinya penggantinya akan dilantik secara bersamaan," tutur Johar. (dtc/snc)

Thamsir dan Taufan Di-PAW karena Tersandung Kasus Korupsi

Tamsir dan Taufan Pekanbaru ( Segmennews.com )- Dua Wakil Ketua DPRD Riau akhirnya diajukan diganti oleh partai mereka masing-masing kar...

Rabu, 23 Januari 2013


Pekanbaru (Segmennews.com)-Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih bersabar menunggu kedatangan empat tersangka kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre, Kabupaten Pelalawan, yang mangkir memenuhi paggilan Kejati pada minggu lalu.

Setelah dilayangkan kembali surat pemanggilan terhadapa para tersangka, dan jika masih mangkir, maka tidak ada lagi upaya lain untuk menjemput paksa mereka.

Kepala Kejati Riau, Eddy Rakamto SH MH melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan SH MH, kepada wartawan, Rabu (23/1/13) siang mengatakan, beberapa waktu lalu telah kita layangkan kembali surat panggilan terhadap para tersangka kasus dugaan korupsi Islamic Centre. Jika tidak digubris, maka tidak ada upaya lain selain menjemput paksa.

" Memang pada minggu lalu, pelimpahan tahap II kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ke Kejari Pelalawan sempat molor. Karena empat tersangka yakni, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran dan Fahran Ridwan, mangkir memenuhi panggilan kita. Namun, setelah kita layangkan surat pemanggilan kembali, dan masih juga mangkir, maka diupayakan menjemput mereka," ungkap Andri.

Akab tetapi dalam hal ini, tim penyidik Kejati tetap terus berkordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, untuk menhadirkan para tersangka.

" Informasi lebih lanjutnya, kita masih menunggu kordinasi dari tim penyidik," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam penanganan kasus korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre ini. Pihak Kejati telah menetapkan enam tersangka yang diduga menyelewengkan dana pembangunan gedung tersebut.

Enam tersangka yang dimaksud adalah, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas Kepala Sub Dinas Cipta Karya, dan Fahran Ridwan. Sedangkan dua tersangka lainnya, H Zakri, Ketua DPRD Pelalawan, yang juga Direktur PT Langgam Sentosa, perusahaan pemenang tender. Selain itu, Kejati juga menetapkan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek, perusahaan pengawas pembangunan proyek, sebagat tersangka.

Dimana kasus dugaan korupsi ini telah merugikan negara senilai Rp7,7 miliar. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau pada November lalu.

Selain kerugian secara finansial, negara juga telah dirugikan secara materil. Sebab dalam laporannya BPKP menyatakan, gedung Islamic Centre tidak bisa difungsikan atau dipakai masyarakat.

Laporan tersebut diterima Kejati Riau surat itu diterima pada tanggal 28 September 2012. Surat itu bernomor SR-3139/PW 04/5/2012/28 September 2012.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggara proyek ini dianggarkan senilai Rp6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar.(rtc/snc)

Tersangka Islamic Center Pelalawan Bakal Dijemput Paksa

Pekanbaru ( Segmennews.com )-Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, masih bersabar menunggu kedatangan empat tersangka k...

Selasa, 22 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)- Akhirnya Walikota Pekanbaru Firdaus MT, mengambil sikap tegas terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pekanbaru. Keseriusan ini di tunjukkan Walikota di ruang rapatnya Selasa (22/1) dengan membentuk tim Yustisi. Tim yang terdiri dari Muspida TNI, Arhanud, POM, Kodim yang beranggotakan ratusan orang.

"Kita telah membentuk tim Yustisi hari ini untuk menertipkan dan pembinaan  PKL bukan penggusuran," ujar Firdaus.

Kata Firdaus, rapat yang di gelar untuk mempersiapkan dan pembagian tugas dalam penertipan minggu depan. "Persiapan ini di gelar agar tidak ada jatuh korban jika PKL bertindak anarkis," tandasnya.

Sebelum turun  sepekan ini tim akan  melakukan sosiaslisasi penertipan PKL melalui spanduk, brosur dan himbauan. "Seminggu ini diberi waktu untuk persuasif. Kalau tidak mau  juga ditertibkan kita akan tertibkan dan angkut semua lapak PKL," ulasnya.

Menurutnya untuk tahap awal tim yustisi akan menertipkan PKL Pasar Senggol dan Pasar Puja Sera. Kedua lokasi ini akan ditertibkan untuk dijadikan lokasi PKL.

"Pujasera akan kita kosongkan dari PKL dan kita ambil alih pengelolaannya. Setelah di tertipkan lokasi ini akan kita tata ulang dan kita gunakan  untuk  menampung PKL," ulasnya sembari mengimbau para PKL untuk pindah sendiri karena tempat masih tersedia. (ur/den)

Tertibkan PKL, Firdaus Bentuk Tim Yustisi

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Akhirnya Walikota Pekanbaru Firdaus MT, mengambil sikap tegas terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pekanbaru...
Pekanbaru (Segmennews.com) - Nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sering dicatut oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk penipuan. Resah akan hal itu, KPK pun mengirimkan surat pemberitahuan kepada gubernur seluruh Indonesia terkait.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Chairul Rizki saat ditemui di kantornya Selasa (22/1). Menurutnya, Surat ini merujuk surat KPK Nomor: B-2217/01/-8/2008 tanggal 3 September 2008 perihal pemberitahuan tentang maraknya penyalahgunaan nama KPK dan/atau nama pimpinan KPK maupun nama pejabat/ pegawai KPK oleh pihak-pihak lain yang terindikasi adanya tindakan pidana penipuan.
"Modus yang digunakan yakni memanfaatkan surat pengaduan masyarakat, surat tanggapan atas pengaduan masyarakat, surat permintaan keterangan dan surat panggilan dan saksi dengan maksud untuk melakukan pemerasan terhadap terlapor, calon tersangka, tersangka, terdakwa, dan atau keluarganya serta pihak-pihak lainnya. Itu modus operandinya," ungkap Rizki.

Diungkapkan Rizki, untuk antisipasi atas penipuan ini KPK menghimbau agar lebih waspada. Selain itu, KPK selalu melengkai dengan surat tugas resmi. "KPK tidak pernah menerbitkan sertifikat, piagam, deklarasi bersama dan surat berharga lainnya sebagai persyaratan pengurusan administrasi diinstansi manapun,"imbuhnya lebih lanjut. (ur/den)

Sering di catut, KPK Surati Gubernur Se-Indonesia

Pekanbaru ( Segmennews.com ) - Nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sering dicatut oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk penip...

Senin, 21 Januari 2013

ilustrasi

Pekanbaru (Segmenews.com)- Selvia (20), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru, Kamis (17/1) sekitar pukul 20.00 cemas ketika  mengetahui dirinya diculik empat laki-laki yang tidak dikenalnya.

Satu lagi Dn, seorang mahasiswi yang dikenal korban. Beruntung dalam drama penculikan itu Selvia berhasil kabur saat pelaku lengah.

Tidak terima dengan ulah lima pelaku itu Selvia, warga Jalan Pisang, Marpoyan Damai, Pekanbaru itu bergegas melapor ke kantor polisi.

Menurut penuturan Selvia dalam laporan tertulisnya, Kamis malam itu ia berdiri di depan Toko Buku Fajri, Jalan A Yani menunggu seseorang. Tanpa diduga oleh Selvia, tiba-tiba muncul beberapa orang pria dari belakang menyekap mulut dan hidung korban. Hal itu tak pelak membuat korban pingsan. Setelah beberapa menit Selvia sadar dan ia spontan kaget saat mengetahui tangannya diikat dengan tali.

Kekagetan Selvia itu semakin bertambah saat ia menyadari ternyata dirinya tidak dipinggir jalan lagi melainkan didalam sebuah mobil yang akhirnya diketahui merek Avanza. Mengetahui dirinya diculik Selvia berniat ingin menelepon dan ternyata HP miliknya telah disita pelaku.

Selanjutnya Selvia coba melihat disekelilingnya dan ia melihat ada empat orang laki-laki yang tidak dikenalnya didalam mobil yang berhenti dibelakang Rumah Sakit Ibu dan Anak atau disamping Hutan Kota Jalan Ronggowasito. Dalam ketakutannya itu Selvia sempat pelaku melihat pelaku lainnya seorang wanita yang dikenalnya bernama Dn.

Melihat korban sudah sadar pelaku Dn langsung menghubungi nomor HP yang ada dipanggilan masuk HP Selvia, sambil mengatakan Selvia aman-aman saja dan tidak akan disakiti. Lalu pelaku mematikan HP.

Sementara itu Selvia lebih memilih diam dan sambil melihat celah untuk menyelamatkan diri. Ketika Selvia mengetahui pelaku lengah, Selvia langsung kabur dan berhasil menyelamatkan diri. Berhasil menyelamatkan diri Selvia langsung melapor ke kantor polisi.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Hermansyah saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/1) membenarkan ada laporan penculikan tersebut secara tertulis dari jajaran Polresta Pekanbaru masuk ke Polda Riau, dam laporan masih dalam penyelidikan pihak reskrim jajajaran Polresta Pekanbaru. "Saat ini penyidik sudah memeriksa korban dan akan memanggil para saksi untuk diperiksa dan dimintai keterangan," kata Kabid. (tpc/snc)

Mahasiswi Pekanbaru Berhasil Kabur dari Penculikan

ilustrasi Pekanbaru ( Segmenews.com )- Selvia (20), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru, Kamis (17/1) sekitar pukul 20.0...

Sabtu, 19 Januari 2013

int

Pekanbaru (Segmennews.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Provinsi Riau mendesak Kejati Riau, menangkap Gubernur Riau dan sejumlah Bupati di Provinbsi Riau ditangkap.

Desakan itu mereka sampaikan melalui aksi demontrasi, Kamis (17/1) di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau. Kemudian, massa minta Kejati Riau benar-benar menegakkan supremasi hukum terkait kasus korupsi di Rohul dan Rohil.

M Sinambela, koordinator aksi, menyebutkan aksi yang mereka lakukan terkait penggunaan dana BOS dan kasus PON Riau. "Supermasi hukum tidak berjalan dengan baik, banyak masyarakat tidak percaya dengan penegakkan supermasi hukum di Riau. Jadi, kita minta Kejati benar-benar menegakkan supremasi hukum itu," katanya.

Aksi yang mereka lakukan tergolong ekstrim karena pendemo memecahkan botol di kepala sehingga mengeluarkan darah.

Budi Baren, Ketua DPP LSM Penjara Pusat, menilai aksi yang dilakukan pelaku demo sebagai bentuk kekesalan dalam penegakkan hukum di Riau dan marah kepada koruptor.

"Ini aspirasi kita, pahlawan saja berani memberikan darah dan nyawa mereka untuk negara, kenapa koruptor tidak berani mengakui kesalahannya," tegasnya.

Usai di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, massa melanjutkan aksinya ke Kantor Gubernur Riau. Massa tidak hanya membakar ban, pecahan botol juga memanjat pagar Kantor Gubernur. (knc/rtc)

Pendemo Aksi Bocorkan Kepala, Kejati Didesak Tangkap Gubri dan Bupati

int Pekanbaru ( Segmennews.com )- Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjar...

Rabu, 09 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)- Maskapai penerbangan andalan Riau, Riau Airlines (RAL) diperkirakan akan kembali mengudara pada pertengahan 2013.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau, Irhas Irvan saat ditemui di kantor gubernur, Rabu (9/1). "Diperkirakan pertengahan 2013 akan kembali terbang, kita yakin itu," ungkapnya.

Disamping itu ketika diungkit mengenai dana yang dibutuhkan, Irhas mengungkapkan saat ini tidak lagi membahas penyertaan modal. "Sampai detik ini kita tidak mengungkit dana penyertaan modal,ada pihak-pihak yang akan mendampingi RAL danakhirnya melakukan action plan. Yang jelas investor itu harus memiliki 5 pesawat. Secara operasional satu pesawat 30ribu dolar,kalikan saja 5 tapi ini secara berangsur," ungkapnya lagi.

Disamping itu mengenai apakah ada kemungkinan pergantian direktur lebih lanjut disampaikan Irhas semua tergantung pada investor yang baru. Untuk diketahui, RIC masih menjadi kemungkinan besar menjadi investor.

"Ya mudah-mudahan RIC, kan ini penerbangan untuk masyarakat melayu jadi ya orang melayu lah yang mengelolanya biar ada rasa memiliki," tuturnya sembari bercanda. (ur/sn)

RAL Bakal Kembali Mengudara

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Maskapai penerbangan andalan Riau, Riau Airlines (RAL) diperkirakan akan kembali mengudara pada pertengahan ...

Kamis, 03 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)-  Jumat (4/1/2013) Pemerintah Kota Pekanbaru akan menggelar mutasi bagi pejabat eselon II. Mutasi yang sudah di gadang-gadang sejak Juli 2012 lalu dipastikan akan di gelar oleh Walikota Pekanbaru jika persiapan administrasi tuntas hingga Jumat pagi.

Pasalnya Gubernur sudah menandatangani persetujuan verifikasi kedua yang diajukan Pemko. Selain besar-besaran mutasi kali ini juga lumayan membuat deg-degkan jantung, Karena  akan banyak jabatan setingkat kepala Dinas dan kepala Badan yang di roling. Bahkan ada juga jabatan yang dipromosikan.

"Kita lihat perkembangan hari ini. Kabar burungnya persetujuan dari Gubernur sudah keluar, tetapi saya belum lihat," ujar Walikota Pekanbaru  Firdaus MT, Kamis (3/1).

Menurutnya, jika di hitung dari waktu yang tersedia menjelang Jum'at dari Kamis siang persiapan dan waktunya cukup mutasi akan di gelar.
"Kalau memang sudah turun dan persiapannya siap maka mutasi akan di gelar," ujarnya lagi.

Ia juga menambahkan jumlah eselon II yang akan di mutasi mencapai ratusan orang. "Ya ada lebih kurang ratusan," tambahnya sembari membenarkan pertanyaan wartawan. (ur/snc)

Besok Ratusan Pejabat Pemko Pekanbaru Dimutasi

Pekanbaru ( Segmennews.com )-  Jumat (4/1/2013) Pemerintah Kota Pekanbaru akan menggelar mutasi bagi pejabat eselon II. Mutasi yang sudah ...

Selasa, 01 Januari 2013

Pekanbaru (Segmennews.com)- Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh Dishub Kota Pekanbaru terhadap 170 orang petugas halte benar-benar terbukti. Pasalnya, sejak kemarin hingga Selasa (1/1/2013) tidak tampak satupun petugas halte dimasing-masing perhentian Trans Metro Pekanbaru (TMP).

Ketika dikonfirmasi kepada seorang petugas halte, Anggi Malim Putra, mengatakan, benar para petugas halte tidak dipekerjakan lagi. "Iya, kami tidak bekerja lagi. Jadi sekarang kalau penumpang ingin naik TMP langsung bayar saja kepada kondektur," ungkapnya.

Kenyataan seperti ini membuktikan saat ini TMP tidak ada lagi bedanya dengan bus kota umum. Karyawan TMP ini masih akan memperjuangkan nasib mereka dengan mendatangi Dishub Kota Pekanbaru, Rabu (2/1/2013).

Seperti yang diketahui, kemarin ratusan karyawan Trans Metro Pekanbaru melakukan aksi mogok. Aksi mogok kerja ini disinyalir disebabkan karena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 170 orang karyawan oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru yang menaungi mereka.

Esok hari seluruh karyawan yang terkena imbas PHK akan mendatangi dan melakukan aksi demo ke Dishub Kota Pekanbaru untuk mempertanyakan nasib mereka selanjutnya. (ur/snc)

Nasib 170 Korban PHK Petugas Halte Tans Metro Tak Jelas

Pekanbaru ( Segmennews.com )- Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh Dishub Kota Pekanbaru terhadap 170 orang petugas halte be...
Pekanbaru (Segmennews.com)-  Pemerintah Kota Pekanbaru telah menggelontorkan anggaran untuk pengelolaan bus Sistem Angkutan Umum (SAUM) trans metro senilai Rp 12 miliar pertahunnya, untuk 20 bus SAUM.

Namun 20 Bus tersebut hanya mampu memberikan retribusi tiket sebesar Rp 6 miliar pertahunnya. Sisa menutupi biaya operasional Bus terpaksa di keluarkan oleh Pemko Pekanbaru.

Hal itu di dikatakan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, Selasa (1/1/2012). Kata Wako lagi, bahwa besarnya biaya untuk menutupi operasional Bus tersebut disebabkan oleh jumlah bus SAUM yang masih sedikit, sehingga perbandingan akupansi masih belum efisien.

“Dengan kondisi saat ini tingkat akupansi bus baru 35 persen. Diharapkan dengan 90 bus dan 7 koridor 2013 tingkat akupansi penumpang bisa naik 40 persen, dan subsidi lebih rendah lagi," ujarnya.

Untuk pembangunan halte pemko akan membangun dalam bentuk sederhana dan nyaman. (ur/snc)

Bus Trans Metro Masih Disubsidi Rp 6 miliar Pertahun

Pekanbaru (Segmennews.com)-  Pemerintah Kota Pekanbaru telah menggelontorkan anggaran untuk pengelolaan bus Sistem Angkutan Umum (SAUM) tr...

 

berdaulat.co © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com