Tampilkan postingan dengan label Padang Sidimpuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padang Sidimpuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

Sidimpuan (Segmennews.com)– Selama ini pelayanan di bidang kesehatan di Kota Padasidimpuan (Psp) masih kurang maksimal. Selain itu, ternyata RSUD Psp yang termasuk rumah sakit kelas B, juga masih kekurangan 6 dokter spesialis. Lengkaplah sudah, keprihatinan dengan kondisi ini.

Karenanya, pemerintahan baru di Kota Psp diharapkan memprioritaskan peningkatan pelayanan RSUD Psp, baik bangunan, peralatan, sumber daya manusia (SDM) dan lainnya. Selain itu, pemerintah harus segera menambah kekurangan enam dokter spesialis yang melayani di RSUD Psp tesebut.

Menurut Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Psp Timbul Simanungkalit, Senin (28/1), kondisi fasilitas dan pelayanan rumah sakit saat ini sangat memprihatinkan, dimana alat-alat kesehatan yang ada sudah ketinggalan zaman. Untuk scanning, pasien harus pergi ke RSUD Tapsel di Sipirok karena tidak ada alat CT-Scan atau yang sejenisnya.

“Fasilitas rawat inap juga tidak mencukupi. Bangunannya sudah perlu direnovasi karena masih peninggalan lama,” ujarnya. Kebanyakan pasien yang datang berobat ke RSUD Psp kata Timbul, hanya pasien kecelakaan atau yang kritis dan yang tidak mampu. Atau dengan kata lain, tidak ubahnya ‘rumah sakit P3K’ saja.

“Bagi orang yang mampu lebih memilih untuk berobat ke Medan, malah banyak yang sudah ke luar negeri semisal Penang dan Singapura. Padahal dokter-dokter yang ada di sana banyak yang lulusan Indonesia. Tapi mereka diberikan fasiltas peralatan dan insentif yang memadai,” ucapnya.

Dari segi bisnis ini adalah peluang, sudah banyak orang yang bisa mengeluarkan biaya mahal untuk pelayanan kesehatan berkualitas. Tapi untuk kondisi sekarang, itu tak mungkin bisa diharapkan. Untuk memberi insentif tenaga dokter ahli saja kita tidak mampu. Psp kekurangan dokter-dokter spesialis,” jelasnya.

Pola hidup termasuk pola makan masyarakat Psp memiliki kecenderungan mudah terganggu kesehatannya. Sehingga pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas pemerintah. Dalam kondisi yang memprihatinkan itu kata Timbul, RSUD Psp masih dibebani PAD sebesar Rp3,2 Miliar untuk tahun 2012 lalu. Secara tidak langsung itu didapatkan dari pasien tak mampu.

Memang RSUD Psp sudah termasuk rumah sakit kelas B, tetapi harus ditingkatkan pelayanannya. Bila perlu pemerintah harus berani merelokasi rumah sakit tersebut ke tempat yang lebih luas.

Bisa saja dengan melakukan ruislagg (tukar guling). Karena lokasinya tidak memungkinkan lagi untuk menampung kebutuhan masyarakat Psp. Selain tanggungjawab public service, rumah sakit juga bisa dijadikan income daerah.

“Jika rumah sakit daerah punya kualitas tidak mustahil orang-orang diluar Psp juga akan datang kemari dan hal ini akan memutar roda perekonomian,” katanya.

Direktur RSUD Psp, dr Aminuddin RSUD Psp masih membutuhkan 6 dokter spesialis lagi. Sudah dilakukan segala upaya dalam pengadaan dokter spesialis ini di antaranya dibukanya penerimaan CPNS setiap tahun untuk jurusan dokter spesialis.

Kemudian  menyurati provinsi, Depkes dan mencoba menjalin kerjasama dengan universitas khususnya Fakultas Kedokteran agar menempatkan lulusannya di RSUD Psp. Namun kendala yang dialami selama ini katanya adalah masalah anggaran, dimana honor yang akan diberikan kepada dokter spesialis yang bukan PNS tidak mampu dibiayai oleh pemerintah, sehingga dokter spesialis sungkan bekerja di Kota Psp.

Adapun jumlah personil RSUD Psp saat ini katanya, dokter spesialis bedah 1, dokter spesialis anak 2 orang namun satu statusnya honor yang diperbantukan, dokter spesialis bedah 1 orang, dokter spesialis kebidanan 2 namun 1 honor diperbantukan, dokter THT 1, dokter paru 1, dokter mata 1, dokter syaraf 1 namun statusnya honor diperbantukan, dokter patologi klinik 1, gokter gigi 3 orang, dokter umum 15 dan tenaga keperawatan sebanyak 169. Rata-rata masyarakat yang berobat per harinya, untuk rawat jalan sebanyak 200 pasien dan untuk rawat inap sekitar 100 pasien.

Adapun penyakit pasien yang paling banyak ditangani yakni penyakit dalam, anak, bedah, persalinan dan syaraf dan 50 persen diantaranya pasien yang ditangani RSUD Psp adalah pasien jamkesda, pemegang kartu jamkesmas kemudian disusul askes dan pasien umum.

Sementara itu untuk PAD yang disumbangkan, kata Aminuddin dari tahun 2011 targetnya Rp2,6 miliar dan tahun 2012 Rp3,2 miliar atau terus naik dari tahun ke tahun dan realisasinya selalu mencapai kisaran 100 persen.

Saat ini RSUD Kota Psp berdiri di atas lahan seluas 5.242,5 meter persegi dengan satu unit RS Bersalin serta didepannya lahan kantor RSUD Kota Psp dengan 6 poliklinik, satu ruang Instalasi Gawat Darurat, dapur umum, Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), kamar mayat, ruang pelayan terpadu dengan jumlah tempat tidur sebanyak 151 buah dan ruang VIP sebanyak 23 unit.  (mtc/snc)

Padang Sidimpuan Kekurangan 6 Dokter Spesialis

Sidimpuan ( Segmennews.com )– Selama ini pelayanan di bidang kesehatan di Kota Padasidimpuan (Psp) masih kurang maksimal. Selain itu, ternya...

Senin, 28 Januari 2013

Sidimpuan (Segmennews.com)– Kabar gembira buat para mancing mania, pasanya 3 Pebruari nanti, akan dibuka Lubuk Larangan Tano Bato, Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp Utara), Psp. Nantinya, Hasil penjualan tiket dari lubuk larangan ini akan digunakan untuk kepentingan sosial masyarakat sekitar.

Ketua Panitia Amin Harahap, Minggu (27/1) menuturkan, lubuk larangan ini sudah lama dijaga kelestariannya oleh masyarakat, dan dalam setahun terkadang 2 kali dibuka untuk umum. Hasilnya atau penjualan tiketnya dipergunakan untuk keperluan sosial masyarakat.

“Hasil dari lubuk larangan ini kita pergunakan untuk keperluan sosial kita masyarakat,” ucapnya. Kepada para mancing mania untuk mendaftarkan diri kepada panitia sebelum pembukaan pada tanggal 3 Februari di Tano Bato dengan biaya tiket Rp75.000 per orang dan akan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga tutup pukul 17.00 WIB.

“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk partisipasi kami warga Kota Psp untuk melestarikan Sungai Batang Ayumi dan juga untuk ekonomi kerakyatan memanfaatkan aliran sungai.

Kami berharap, ke depan pemerintah memberikan perhatian terhadap keberadaan Lubuk Larangan Tano Bato yang ada di Kota Psp. Bagi mancing mania untuk segera mendaftarkan diri ke panitia sebelum pembukaan tanggal 3 Pebruari,” jelas Amin.

Dikatakan Amin, potensi Lubuk Larangan Tano Bato sebagai usaha bersama masyarakat dapat menghidupkan masyarakat sekitar. Dan hasil dari Lubuk Larangan Tano Bato dapat dimanfaatkan untuk kemajuan daerah warga sekitar dan yang terpenting adalah ikut menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya.

Apalagi menurutnya, secara tidak langsung keberadaan Lubuk Larangan Tano Bato juga telah ikut membantu pemerintah dalam melestarikan sungai agar tidak tercemar dan menjaga ekosistemnya. (msc/snc)

3 Pebruari Lubuk Larangan Tano Bato Sidimpuan Dibuka

Sidimpuan ( Segmennews.com )– Kabar gembira buat para mancing mania, pasanya 3 Pebruari nanti, akan dibuka Lubuk Larangan Tano Bato, Kelurah...

Sabtu, 05 Januari 2013

Medan (Segmennews.com)– Andar Amin Harahap resmi dilantik sebagai Walikota Padangsidimpuan, Jumat (4/1/2013). Pelantikan pasangan Andar Amin Harahap dan Muhammad Isnandar Nasution sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan periode 2013-2018, dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Kegiatan itu berlangsung dalam rapat istimewa DPRD Padangsidimpuan di Gedung Nasional Padangsidimpuan.

“Pemerintah Kota Padangsidimpuan telah melaksanakan estafet kepemimpinan untuk lima tahun ke depan, dan tentunya banyak harapan dalam setiap proses estafet kepemimpinan tersebut. Masyarakat selalu menginginkan pembaharuan dari kandidat yang terpilih,” kata Gatot saat melantik pasangan tersebut.

Disebutkan Gatot, Kota Padangsidimpuan seperti halnya kota lain di Sumut mengalami kemajuan terutama jika dilihat dari sektor perdagangan, hotel dan restoran yang memberi kontribusi paling dominan hingga mencapai 22,82 persen terhadap PDRB, menyusul sektor jasa-jasa 19,35 persen.

Kemudian sektor pertanian 15,80 persen, pengangkutan dan komunikasi 11,91 persen, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 12,22 persen dan industri pengelolaan 11,78 persen. Dari besaran angka-angka tersebut, Kota Padangsidempuan dapat disebutkan sebagai kota perdagangan dan jasa.

”Hal ini harus dicermati oleh walikota dan wakil walikota yang baru, untuk dapat menyusun prioritas sektor pembangunan yang akan dikerjakan pada masa kepemimpinan lima tahun kedepan dengan tidak melupakan sektor-sektor lain,” tukas Gatot.

Pemilukada Padangsidimpuan berlangsung pada Kamis (18/10/2012). Ada enam pasangan yang ikut serta, yakni (1) Habib Nasution/Soripada Harahap, (2) Rusdi Nasution/Riswan Daulay, (3) Andar Amin Harahap/Isnandar Nasution, (4) Dedi JP Harahap/Affan Siregar, (5) Amir Mirza Hutagalung/Nurwin Nasution, dan (6) Chaidir Ritonga/Maragunung Hasibuan.

Pemilukada Padang Sidempuan juga merupakan pertarungan dua kepala daerah di Sumut. Andar merupakan putra Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Bachrum Harahap, sementara Dedi JP Harahap merupakan anak Rahudman Harahap, Walikota Medan saat ini. Kedua kepala daerah bermarga Harahap ini aktif mendukung anaknya dalam kampanye, namun ternyata Andar lebih unggul. (dtc/apc/snc)

Andar Isnan Resmi Dilantik Jadi Wako dan Wawako Padangsidimpuan

Medan ( Segmennews.com )– Andar Amin Harahap resmi dilantik sebagai Walikota Padangsidimpuan, Jumat (4/1/2013). Pelantikan pasangan Andar ...

Rabu, 12 Desember 2012

Padang Sidimpuan (Segmennews.com)- Hasil pemilukada Kota Padangsidimpuan (Psp) dalam waktu dekat segera disampaikan ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Dari Gubsu nanti akan disampaikan ke Mendagri untuk kepentingan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Andar Amin Harahap-Muhammad Isnandar Nasution.

Dirilis Metro Siantar Online bahwa, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Psp, Faisal Hasibuan membenarkan bahwa hasil pemilukada sudah disampaikan oleh KPU Psp, Rabu (28/11) ke DPRD Psp, dan saat ini dalam proses administrasi untuk kemudian disampaikan ke Walikota Psp.

Dimana nantinya bersama dengan DPRD Psp akan bersama-sama menyampaikannya ke Gubsu untuk selanjutnya Gubsu akan menyampaikannya ke Mendagri untuk keperluan pelantikan kepala daerah terpilih.

Asisten I bidang hukum dan pemerintahan, Rahuddin Harahap SH MH menuturkan, pihak eksekutif (pemko Psp, red) belum ada menerima tembusan hasil pemilukada yang disampaikan KPU ke DPRD Psp itu. “Belum ada kita terima, mungkin hari ini atau besok,” ujarnya.

Setelah hasil pemilukada ini diterima, kata Rahuddin, bersama DPRD Psp nantinya eksekutif akan menyampaikannya ke Gubsu untuk kemudian Gubsu menyampaikannya ke Mendagri untuk kepentingan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih yang direncanakan pada tanggal 4 Januari 2013 nanti.(mtc/snc)

Pelantikan Andar-Isnan Direncanakan 4 Januari 2013

Padang Sidimpuan ( Segmennews.com )- Hasil pemilukada Kota Padangsidimpuan (Psp) dalam waktu dekat segera disampaikan ke Gubernur Sumatera...

Sabtu, 08 Desember 2012

TAPSEL (Segmennews.com)– Kemungkinan besar, jumlah kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang selama ini sebanyak 45 kursi akan berkurang 15, sehinga menjadi 30 kursi di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapsel, Mustar Edi Hutasuhut SH, KPU Tapsel sudah menerima berkas Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK-2) dari Pemkab Tapsel. Dimana, total penduduk sesuai DAK-2 yang diserahkan Pemkab tersebut sebanyak 285.266 jiwa.

“Berkas DAK-2 kami terima tadi pagi (Kamis 6/12,red),” ujar Mustar Edi kepada METRO, Kamis (6/12). DAK-2 ini, tutur Mustar Edi, menjadi dasar bagi KPU Tapsel untuk mengusulkan jumlah kursi di DPRD Tapsel di pileg 2014 mendatang.

Bila mengacu pada aturan yang berlaku, tutur Mustar Edi, kemungkinan besar jumlah kursi DPRD Tapsel di pileg 2014 mendatang akan menjadi 30 kursi. Karena berdasarkan aturan, jumlah penduduk 100.000-200.000 jiwa jumlah kursi di DPRD kabupaten/kota sebanyak 25 kursi, jumlah penduduk 200.001-300.000 jiwa jumlah kursinya sebanyak 30 kursi, jumlah penduduk 300.001 sampai 400.000 jiwa jumlah kursinya 35 kursi dan seterusnya.

“Melihat DAK ini, kemungkinan besar jumlah kursi DPRD Tapsel di pileg 2014 akan menjadi 30 kursi. DAK-2 yang kami terima dari Pemkab Tapsel tertanggal 6 Desember 2012. KPU Tapsel akan mengusulkan jumlah kursi DPRD Tapsel untuk pileg 2014 pada bulan Maret 2013 mendatang,” ungkapnya.

KPU Yakin Pemilu 2014 Lebih Baik Dibanding 2009
Sementara itu, Mendagri Gamawan Fauzi secara resmi menyerahkan Data Agregat Kependudukan (DAK) per kecamatan ke Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik di gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis (6/11).

Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mary Natalagawa juga menyerahkan data jumlah WNI yang berdomisili di luar negeri yang punya hak pilih, yang mencapai 4.694.484 jiwa.
DAK berisi data warga per kecamatan, yang akan dijadikan dasar bagi KPU untuk menentukan daerah pemilihan (dapil) untuk pemilu legislatif DPRD kabupaten/kota dan DPRD Provinsi. Penyerahan DAK ini tiga hari lebih cepat dibanding ketentuan yang diatur di UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang pemilu.

Ketua KPU Husni Manik menjelaskan, cepatnya penyerahan data dari mendagri dan menlu ini, memberikan harapan bahwa penyelenggaraan pemilu 2014 akan lebih siap, dibanding pemilu 2009.  Jika pada pemilu 2009 mencuat masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT), dia yakin di pemilu 2014 masalah itu tidak muncul lagi.

“Pada pemilu 2009, DPT menjadi persoalan besar yang dianggap mempengaruhi hasil akhir. Meski ini masih debatable, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak,” ujar Husni. Sementara, Gamawan menjelaskan, secara serentak, seluruh gubernur dan bupati/walikota pada Kamis (6/12) juga menyerahkan data ke KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

Data ini sudah melewati proses pemutakhiran oleh dinas kependudukan kabupaten/kota hingga 20 Nopember 2012, yang diintegrasikan dengan data hasil perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga 26 Nopember 2012.

“Jika masih ada perbedaan data maka akan terus diintegrasikan. KPU punya waktu dua bulan untuk mensinkronkan data ini,” ujar Gamawan Fauzi. (mts/sn)

Pileg 2014, Jumlah Kursi DPRD Tapsel Bakal Berkurang 15 Kursi

TAPSEL ( Segmennews.com) – Kemungkinan besar, jumlah kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang selama ini sebanyak 45 kursi akan...

Minggu, 25 November 2012

Khoiruddin Nasution
SIDIMPUAN (Segmennews.com) – Tahun 2013 ini sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi yang ada di Kota Padangsidimpuan (Psp) harus dibangun dan menjadi pekerjaan rumah yang belum juga terselesaikan oleh pemerintah. Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Psp, Khoiruddin Nasution mengungkapkan hal ini, dikarenakan banyaknya ruas jalan khususnya jalan nasional dan provinsi yang rusak di Kota Psp.

Hal ini kata Ketua DPC PD Kota Psp ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah, salah satunya bagaimana mencoba seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Madina yang bisa menggiring dana APBN hingga Rp 150 milliar lebih untuk pembangunan jalan di Madina. “Hal-hal seperti inilah yang seharusnya dilakukan pemerintah sejak dulu agar ruas jalan di Kota Psp ini bisa terbangun seluruhnya karena APBD saja tidak cukup untuk membangunnnya,” ucapnya.

Ditambahkan Ketua Komisi III DPRD Psp ini, jika pemerintah terbuka legislative sangat terbuka untuk berjalan bersama melobi anggaran pembangunan dipusat. “Mari kita bekerjasama melobi anggaran pembangunan dari pusat, syaratnya keterbukaan dari pemerintah, selama ini kita jarang dilibatkan untuk beriringan melobi anggaran dari pusat, sehingga bukan kita tidak yakin akan kemampuan pemerintah, hanya saja dengan bersama tentunya akan jauh lebih kuat dan meyakinkan dan kita juga akan menggunakan jaringan yang ada agar anggaran pusat bias mengucur ke daerah kita ini,” ucapnya.

Begitupun dirinya sangat mengapresiasi kinerja Kabag Administrasi Pembangunan (Adpem), Husni Thamrin Nasution dan SKPD terkait lainnya yang sudah mampu menggiring dana untuk pembangunan jalan SM Raja dengan total dana sebesar Rp 15 milliar lebih. “Kita sangat bangga akan hal itu, tetapi kita harapkan di tahun 2103 mendatang akan semakin banyak lagi anggaran pusat yang bias digiring ke Psp, sehingga seluruh jalan di Psp bias terbangun,” harapnya.

Walikota Psp, Drs H Zulkarnaen Nasution melalui Kabag Adpem, Husni Thamrin Nasution menuturkan bahwa jalan nasional ataupun provinsi yang bukan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah merupakan jalan-jalan poros utama yang selama ini rusak. Adapun sejumlah ruas jalan nasional yang rusak itu yakni, Jalan Merdeka sepanjang 4,60 kilometer, pusat kota-Pal XI sepanjang 12,94 kilometer, Jalan SM Raja sepanjang 1,75 kilometer dan Jalan Imam Bonjol sepanjang 2,45 kilometer berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 367/KPTS/M/2004 tanggal 19 Oktober 2004.

Untuk tahun 2012 ini bersumber dari dana APBN katanya direncanakan ruas jalan di Jalan SM Raja sepanjang sekitar 3,4 kilometer akan dibangun pada tahun 2013 mendatang oleh Kemen PU dengan total dana Rp 15 milliar lebih. Rencananya kata Husni Thamrin Nasution proyek pembangunan jalan ini akan ditenderkan bulan Desember ini dan pengerjaannya direncanakan akan dilaksanakan awal tahun 2013 mendatang.

Rencananya jalan nasional seperti, pelebaran Jalan SM Raja dan simpang By Pass sampai batas kota di Simirik mulai dari Tugu Siborang, pelapisan ulang permukaan badan jalan seperti jalan SM Raja di Jalan Nasional itu akan dibangun pada tahun 2013 mendatang.

“Termasuklah selama ini jalan yang selalu dikeluhkan Jalinsum Tanggal termasuk didalamnya juga akan dibangun. Dananya dari APBN jumlahnya sekitar Rp 15 milliar lebih dan kita akan terus berjuang menggiring dana pusat ke Psp untuk membangun ruas jalan nasional dan provinsi lainnya yang belum terbangun,” katanya. (msc/snc)

Perbaiki Jalan Nasional Sidimpuan di Tahun 2013!

Khoiruddin Nasution SIDIMPUAN ( Segmennews.com ) – Tahun 2013 ini sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi yang ada di Kota Padangsidim...

Rabu, 24 Oktober 2012

Padangsidimpian (Segmennews.com). Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Padangsidimpuan menolak seluruh hasil pemungutan suara yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2012 lalu.

“Kami tidak akan mau menandatangani hasil rekaputulasi perolehan suara Pemilukada yang rencananya akan ditetapkan KPU 29 Oktober 2012 nanti,” ujar Ketua Panwaslu, Dra Helty Ritonga di hadapan Ketua KPU Arbanurrasyid MA, Kapolres P.Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK.MSI, para perwira, pers dan 10 perwakilan masyarakat dan mahasiswa saat beraudensi tentang temuan-temuan pelanggaran Pilkada di ruang Kapolres P. Sidimpuan, Selasa (24/10).

Dikatakan, penolakan secara lembaga ini dikarenakan banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan dan diterima Panwaslu selama proses kampanye hingga pemungutan suara.

Menurutnya, ada tiga pelanggaran utama yang terjadi pada Pemilukada ini yaitu semrawutnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU, di mana banyak orang yang telah meninggal dan pindah domisili belasan tahun lalu, namun masih masuk DPT serta banyak warga yang terdaftar di DPT tetapi tidak diberikan kartu pemilih.

Panwaslu juga menemukan banyaknya warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tidak terdaftar di DPT, namun memiliki kartu undangan untuk memilih pada hari pemungutan suara 18 Oktober kemarin.

“Paling nyata dan sangat janggal sekali ditemukan kartu pemilih yang nama lengkapnya hanya bertuliskan TPS 12, Nomor Induk Kependudukan (NIK) TPS 12, tempat dan tanggal lahir TPS 12, jenis kelamin TPS 12, dan alamat Kelurahan Losung Batu. Orangnya ada,” ungkap Helty.

Pelanggaran utama berikutnya, kata Helty, adalah money politics, di mana Panwaslu telah memiliki banyak bukti, baik yang terdokumentasi lewat foto, suara, maupun suara dan gambar. Karena sudah tidak rahasia lagi kalau politik uang di Pilkada ini terkesan buka-bukaan.

Pelanggaran ke tiga adalah, terjadinya mobilisasi atau pengerahan Pegawai Negeri Sipil (PNS), unsur aparatur pemerintahan daerah mulai dari tingkat eselon II hingga lurah, kepala desa, dan kepala lingkungan, secara terstruktur untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

“Sudah rahasia umum kalau aparatur pemerintah daerah hingga tingkat kepala lingkungan dijadikan mesin poltik untuk memenangkan pasangan calon tertentu. Sayangnya, Panwaslu tidak memiliki hak atau wewenang untuk mengeksekusi maupun menggerebek setiap temuan mobilisasi aparatur pemerintah di lapangan,” jelasnya.

Helty mengimbau, seluruh elemen masyarakat Kota P. Sidimpuan segera melaporkan ke Panwaslu jika menemukan atau punya bukti dan saksi atas terjadinya pelanggaran pada Pilkada kemari lalu.

“Setiap laporan akan diteliti secara seksama. Jika pelanggaran administrasi Pemilu, maka akan kita sampaikan ke KPU, jika laporan tersebut masuk kategori tindak pidana Pemilu, maka kita serahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang di dalamnya terdiri dari Panwas, Polisi dan Kejaksaan,” terangnya.

Pasrah

Ketua KPU Kota P.Sidimpuan, Arbanurrasyid MA menyikapi banyaknya pelanggaran yang ditemukan masyarakat, mahasiswa dan Panwaslu menyatakan, sikap pasrah dan menyerahkannya kepada proses aturan serta hukum yang berlaku.

“Sebagai penyelanggara Pemilukada Kota P.Sidimpuan, kami sudah bekerja maksimal menurut daya dan upaya yang kami miliki. Jika ternyata masih ada pelanggaran-pelanggaran, kami anggota KPU juga merupakan masyarakat yang taat aturan dan hukum. Silakan tempuh proses yang sudah ditetapkan di negara ini,” ujarnya.

Menurutnya, semua persolan itu sudah ada jalur dan saluran penyelesaian masing-masing. Jika proses Pemilukada dinilai menyalahi aturan, silakan gugat hasilnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tapi jika anggota KPU-nya yang salah atau melanggar kode etik, maka silakan laporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” imbuhnya.

Pada audensi itu, 10 perwakilan masyarakat dan mahasiswa membawa bukti-bukti temuan berupa adanya pemilih siluman, kartu pemilih bermasalah, rekaman suara dan dokumentasi foto keterlibatan aparatur pemerintah daerah untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

Tujuan mereka beraudensi ke Kapolres adalah untuk menanyakan kemana jalur yang tepat bagi mereka untuk melaporkan temuan-temuan tersebut. Apalagi mereka menilai pelanggaran ini sudah tergolong tindak pidana Pemilu.

Menyikapi ini, Kapolres P.Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSI bersama Wakapolres Kompol Mara Dolok Siregar dan seluruh perwira mengundang Ketua KPU dan Ketua Panwaslu untuk datang bersama-sama menerima audensi tersebut.

Kapolres menyatakan, Polri tidak bisa memproses tindak pidana Pemilu sebelum ada rekomendasi dari Panwaslu karena ini merupakan aturan yang sudah baku dan ditetapkan oleh negara.

Kemudian untuk tindak pidana Pemilu, kata Kapolres, Panwaslu bersama Polres dan Kejaksaan Negeri P.Sidimpuan telah membentuk sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

“Dalam penanganan pelanggaran Pilkada, Panwslulah yang menjadi hulu, Gakumdu sebagai hilir, dan Polri sebagai muaranya, ” terangnya.

Mengenai bukti pelanggaran yang disampaikan 10 perwakilan masyarakat dan mahasiswa, Kapolres mengatakan, untuk melaporkan sebuah pelanggaran harus ada bukti autentik dan saksi-saksi karena jika tidak dilengkapi bukti dan saksi, nantinya bisa berujung fitnah.

“Kalau bisa bukti-buktinya harus berupa rekaman audio visual atau video karena kalau foto dan rekaman suara, bisa saja mereka yang dilaporkan itu mengelak dan berdalih bahwa itu bukan suara mereka atau berdalih kejadian yang di foto adalah saat peresmian suatu gedung,” jelas Kapolres.

Pada kesempatan itu Kapolres juga mengungkapkan, kalau satu hari menjelang pemungutan suara lalu telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang melibatkan dua kubu tim sukses pasangan calon.

“Karena kejadian itu tindak pidana murni (penganiayaan) maka Polres tidak perlu lagi menunggu rekomendasi Panwaslu untuk memprosesnya. Propam Poldasu telah menetapkan seorang tersangka dari anggota Polri. Saat ini pihak Sat Reskrim juga masih melakukan penyelidikan guna menetapkan tersangka lainnya,” katanya. (anc)

Panwaslu Tolak Hasil Pemilukada Kota P. Sidimpuan

Padangsidimpian ( Segmennews.com ). Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Padangsidimpuan menolak seluruh hasil pemungut...

Selasa, 23 Oktober 2012

Padang Bolak (Segmennews.com)- Ratusan massa yang tergabung dalam Koaliasi Mahasiswa Masyarakat Peduli Paluta ini menggelar aksi dengan berjalan kaki melintasi lajur Jalan Protokol Gunung Tua, dari Lapangan Merdeka, Kelurahan Pasar Gunung Tua. Fdengan membawa berbagai spanduk putih, mereka menuntut Kapolsek Padang Bolak mundur dari Jabatannya, Senin (15/10).
Paluta, (Analisa). Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen organisasi kemahasiswaan di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Senin (15/10) berunjuk rasa di halaman Kantor Mapolsek Padang Bolak.

Mereka menuntut Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat mundur dari Jabatan Kapolsek Padang Bolak karena dinilai gagal dalam melaksanakan tugasnya guna menuntaskan berbagai penyakit masyarakat (Pekat) dan segala bentuk laporan serta perkara masyarakat yang ditanganinya.

Demo ratusan mahasiswa di depan Kantor Mapolsek Padang Bolak, Jalan Lintas Gunung Tua- Rantauprapat, Lingkungan Lima, Kelurahan Pasar Gunung Tua nyaris ricuh. Mahasiswa nyaris mengamuk dan memboikot jalan raya karena dihalang-halangi masuk dan bertemu dengan Kapolsek AKP JW Sijabat di kantor Mapolsek Padang Bolak.

Elemen mahasiswa yang tergabung dalam Koaliasi Mahasiswa Masyarakat Peduli Paluta ini, menggelar aksi dengan berjalan kaki melintasi lajur Jalan Protokol Gunung Tua, dari Lapangan Merdeka, Kelurahan Pasar Gunung Tua dengan membawa berbagai spanduk putih, poster dengan memakai pakaian seragam masing-masing organisasi kemahasiswaan ke Mapolsek Padang Bolak yang berjarak sekitar satu kilometer. Massa mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Setibanya di Mapolsek Padang Bolak, aksi diawali dengan pembakaran ban bekas, namun gagal dinyalakan karena ada upaya dari Kabag Ops Polres Tapsel Kompol J Siregar untuk tidak melakukan aksi pembakaran. Setelah mediasi dan dialog antarmahasiswa dan pihak kepolisian lalu Koordinator aksi Najip Syarif Siregar dan Koordintor Lapangan Nuamir Habibi Tanjung akhirnya mau dan satu per satu mahasiswa menyampaikan orasi.

“Kami minta Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat mundur dari jabatannya yang dinilai gagal dalam menuntaskan berbagai kasus dan segala bentuk penyakit masyarakat yang hingga kini hanya tinggal di tempat tanpa ada titik terang penuntasannya,” ungkap Koordinator aksi Najip Syarif Siregar.

Menurut Najip, langkah tegas berupa pencopotan tersebut perlu dilakukan oleh Kapolda Sumut, karena jajaran Polsek Padang Bolak di bawah kepemimpinan Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat sampai saat ini tak mampu menuntaskan pengusutan kasus-kasus perkara masyarakat seperti kasus pembunuhan di desa Sungai Durian, Kecamatan Padang Bolak, kasus penganiayaan di Desa Situmbaga terhadap salah satu warga di Desa Siancimun, perjudian yang berupa nomor togel dan sejenisnya, tempat-tempat maksiat yang masih tetap merajelala dan peredaran narkoba yang sangat mudah diperoleh di Paluta.

“Kami dari Koaliasi Mahasiswa Masyarakat Peduli Paluta ini, mengecam keras institusi Polri di Polsek Padang Bolak Resort Tapanuli Selatan atas berbagai kasus yang tidak dituntaskan sehingga mengecewakan masyarakat Paluta,” tegas Najip.

Senada juga disampaikan, Nuamir Habibi Tanjung. Menurutnya, pihak Polsek juga kerap melakukan pungutan dan pemerasan terhadap para pelapor dan para tersangka yang tersandung kasus di Mapolsek Padang Bolak.

“Ada uang, baru ditangani, hukum apaan itu, kami siap menghadirkan saksi-saksi terkait dari pemerasan itu,” imbuhnya.

Dia mengaku masyarakat dan berbagai elemen telah menyuarakan atas kasus-kasus yang tidak dapat diselesaikan tersebut dan sudah berkali-kali disampaikan baik di Poldasu, di Polsek Padang Bolak dan kantor DPRD, namun sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari Polres Tapsel maupun pihak Poldasu.

Hampir setengah jam menggelar orasi yang dikawal ketat aparat kepolisian, atas upaya persuasif dan dialog yang dilakukan pihak Polres Tapsel yakni Kabag OPS Polres J Siregar, meminta berdialog dengan para pimpinan mahasiswa dan negosiasi melalui perwakilan.

Namun massa menolak dan meminta Kapolsek Padang Bolak mendatangi massa dan bertanggungjawab. Setelah gagal berunding, akhirnya sekitar 10 menit, Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat mau menemui massa.

Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat di hadapan massa membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan, siap dan berkomitmen dalam memberantas segala bentuk perjudian terutama jenis Toto Gelap (Togel) dan tidak main-main dengan segala bentuk perkara yang telah ditanganinya.

“Kami komit dalam melakukan pemberantasan perjudian dari berbagai jenis itu termasuk Togel di wilayah hukum Polsek Padang Bolak. Sejak saya memimpin Polsek Padang Bolak sudah 80 kasus perkara Togel yang ditangkap. Kalau masalah perkara lainnya harus melalui proses tahapan lidik maupun sidik,” tegasnya.

Kabag Ops Polres Tapsel Kompol J Siregar, berjanji akan menindak lanjuti tuntutan yang disampaikan. Lebih lanjut, untuk melakukan pencopotan Kapolsek, hanya pimpinan yang memiliki kewenangan. Kendati demikian, pihaknya akan tetap menindaklanjuti semua aspirasi dari elemen mahasiswa.

Usai mendengar jawaban dari Kabag Ops dan Kapolsek Padang Bolak, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan melakukan aksi yang sama ke kantor Kacabjari Gunung Tua dengan cara longmarch dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Aksi ini berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. (apsc)

Mahasiswa Tuntut Kapolsek Padang Bolak Mundur

Padang Bolak ( Segmennews.com )- Ratusan massa yang tergabung dalam Koaliasi Mahasiswa Masyarakat Peduli Paluta ini menggelar aksi dengan ...

Jumat, 19 Oktober 2012


ilustrasi
Padang Sidimpuan (Segmennews.com)– Lantaran saling curiga dan salah komunikasi, dua Tim Sukses (Timses) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan terlibat bentrokan.

Empat orang babak belur dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kedua pihak yang terlibat bentrokan, yakni Timses calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap-Isnandar Hasibuan dengan Timses pasangan Dedi JP Harahap- Affan Siregar Keempat anggota timses yang jadi korban, yakni Idham Nur, Wardi, Eri Kartono dan Nanda.

Idham Nur mengalami luka memar dan luka robek pada bagian wajah, sedangkan tiga lainnya mengalami luka memar di bagian wajah.

Kemarin, korban langsung membuat pengaduan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padangsidimpuan. Menurut informasi yang diperoleh SINDO, peristiwa itu berawal saat sejumlah mobil yang dikendarai timses Andar-Isnan berada di belakang mobil timses Dedi- Affan. Situasi ini membuat timses Dedi-Affan menuduh timses Andar-Isnan membuntuti mereka.

Akibatnya, timses Andar-Isnan mengepung tim Dedi-Affan. Sontak timses Dedi-Affan menghubungi rekan-rekannya yang langsung datang.

“Awalnya, kami hanya ingin berdialog dengan timses Andar-Isnan,tapi tiba-tiba salah seorang tim kami langsung mendatangi mereka dan melakukan pemukulan. Mungkin dia marah karena tak senang timses Andar-Isnan membuntuti rombongan kami,” ungkap Ganti Tua Siregar, anggota timses Dedi- Affan kepada SINDO, ketika ditemui di Polresta Padangsidimpuan kemarin.

Kapolresta Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andy S Taufik mengatakan, peristiwa itu terjadi akibat adanya kecurigaan dua timses calon wali kota/wakil wali kota.

Timses Andar-Isnan membuntuti tim Dedi-Affan untuk memastikan kebenaran tentang adanya dugaan penyebaran selebaran tentang kasuskasus Bachrum Harahap (Bupati Padanglawas Utara) yang merupakan ayah kandung Andar Amin Harahap.

“Pada intinya, peristiwa ini terjadi akibat adanya salah komunikasi dan saling curiga antara kedua tim pemenangan sehingga berujung kepada aksi anarkistis,”ungkapnya .

Saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan dan mencari pelaku pengeroyokan.Untuk menindaklanjuti kasus itu, semua korban pengeroyokan itu sudah diambil keterangan. Selain itu, kepolisian akan mengambil keterangan dari saksi yang ada di lokasi.

“Dalam waktu dekat, kami akan ungkap pelaku pengeroyokan,” tegasnya.

Ketua Tim Kampanye Pemenangan Andar-Isnan, Indar Sakti mengimbau seluruh tim pendukung dan simpatisan Andar-Isnan agar menahan diri dan tidak terpancing dengan upaya-upaya provokatif yang dapat merusak tatanan yang terbina dan terpelihara dengan baik selama ini.

”Mari kita percayakan kepada Kapolresta Padangsidimpuan untuk menuntaksan kasus ini,”ujarnya.

Dia berharap peristiwa ini menjadi hikmah dan motivasi bagi seluruh tim pendukung dan simpatisan untuk semaksimal mungkin memenangkan Andar-Isnan.

”Kami turut merasa prihatin dan ikut merasakan derita yang dialami empat orang korban penganiayaan dari tim pendukung Andar-Isnan,” imbuhnya.

Marataman Siregar, ketua partai pendukung Andar-Isnan, mendesak pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut sehingga Pilkada Kota Padangsidimpuan berjalan dengan aman dan kondusif. Dia menyangkan kejadian tersebut karena sudah menimbulkan korban.

”Seluruh parpol pengusung Andar-Isnan siap membantu kapolres guna menuntaskan kasus ini,”katanya.

Untuk diketahui, pasangan nomor urut 3,yakni Andar-Isnan diusung PKPB, PKB,Partai Buruh, Patriot, PPP, PDP dan PKNU. Dedi-Affan(4) diusungPAN, PDI Perjuangan,PBR, Merdeka, PNI Marhaen,PPI,Barnas,PMB, PKPI, PIB, PBB, PKDI, Pakar Pangan, Pelopor, PDK, PPDI, PPD dan Partai Kedaulatan. Pasangan nomor urut 2 Rusydi Nasution-Riswan Daulay diusung Partai Demokrat dan Hanura.

Pasangan nomor urut 6 Chaidir Ritonga-Maragunung Harahap didukung Partai Golkar, PKS,Republikan dan Partai Serikat Indonesia(PSI). Sedangkan dua pasangan lainnya yang maju dari jalur perseorangan, yakni nomor urut 1 Habib Nasution- Soripada Harahap dan nomor urut 5 Amir Mirza Hutagalung dan Nurwin Nasution.

Sekadar diketahui, pemungutan suara Pilkada Padangsidimpuan akan digelar hari ini (18/10). Jika dari penghitungan suara belum didapatkan pasangan pemenang pilkada, KPU Kota Padangsidimpuan akan menyelenggarakan putaran kedua pada 20 November 2012. (sindo/snc)


Saling Curiga, Timses Calon Wali Kota Sidimpuan Bentrok

ilustrasi Padang Sidimpuan ( Segmennews.com )– Lantaran saling curiga dan salah komunikasi, dua Tim Sukses (Timses) pasangan calon Wal...

 

berdaulat.co © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com