Jumat, 05 Agustus 2011

PEKANBARU (RS) Sejumlah warga mendatangi Markas Polda Riau, Pekanbaru, Jumat (5/8). Warga menuntut polisi adil dalam mengusut kasus bentrokan di Kampar. Saat ini, Polda Riau baru menahan satu orang dari pihak warga. Sementara sekelompok preman yang menyerang pemukiman penduduk masih bebas.

Sekitar 15 warga Kampar mendatangi Unit Pelayanan Markas Polda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Mereka minta polisi menyelidiki kasus penyerangan yang dilakukan sekelompok preman di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar.
Bentrokan yang terjadi 29 Juli 2011 tersebut dipicu sengketa lahan antara warga dengan PT Raka. Menurut warga, perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut menyerobot lahan mereka seluas 1200 hektare.
Juru bicara warga, Juli Arianto mengatakan suasana di Kota Garo masih mencekam. Warga mengungsi ke tempat aman karena trauma akibat penyerbuan yang dilakukan sejumlah pemuda. Warga juga minta polisi bertindak adil dengan menahan preman yang menyerang dan merusak rumah mereka. “Kami menuntut proses hukum ini berjalan adil. Polisi harus melindungi masyarakat yang ketakutan akibat diserbu sekelompok pemuda,” kata Juli.
Saat ini, Polda Riau baru menahan seorang dari pihak warga atas tuduhan pengeroyokan. Sedangkan komplotan yang merusak rumah warga masih bebas. (asr)

Warga Desak Polisi Adil Usut Kasus Bentrokan di Kampar

PEKANBARU (RS) Sejumlah warga mendatangi Markas Polda Riau, Pekanbaru, Jumat (5/8). Warga menuntut polisi adil dalam mengusut kasus bentroka...
ROKAN HULU (RS) Aksi balapan liar di malam Ramadan di Pasir Pengarayan, Rokan Hulu menelan korban jiwa, Kamis (4/8). Seorang anak baru gede (ABG) tewas saat melakukan aksi terlarang tersebut.
Korban tewas bernama Syamsul, warga Desa Rambah Tengah Hulu, Kecamatan Rambah, Rokan Hulu. Sedangkan temannya yang dibonceng, Raja Rambe kritis di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengarayan. Satu ABG lagi, Amrizal terkena benturan sepeda motor Syamsul juga kritis. Ketiga korban dilarikan warga ke rumah sakit setelah kecelakaan maut di malam Ramadan.
Kematian Syamsul disambut isak tangis keluarga korban. Ayah dan ibunya langsung datang melihat jenazah di RSUD Pasir Pengarayan. Kondisi korban terlihat memprihatinkan karena mengalami luka berat di bagian perut.
Menurut anggota Polres Rokan Hulu Brigadir Jufendi, sepeda motor Syamsul saling berlawanan arah dengan sepeda motor Amrizal. Mereka yang sedang ikut balapan liar itu bertabrakan. "Selama Ramadan, sudah empat kali terjadi tabrakan seperti ini. Dua korban meninggal dunia," kata Brigadir Jufendi. (dri)

Balap Liar Malam Ramadan, Satu ABG Tewas

ROKAN HULU (RS) Aksi balapan liar di malam Ramadan di Pasir Pengarayan, Rokan Hulu menelan korban jiwa, Kamis (4/8). Seorang anak baru gede ...
ROKAN HULU (RS) Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru memvonis bebas terdakwa kasus pembunuhan di Rokan Hulu, Sujarwo. Vonis bebas tersebut membuat keluarga korban pembunuhan kecewa.
PT Pekanbaru menyatakan Sujarwo tidak bersalah dalam putusan sidang banding, Selasa (2/8) lalu. Sujarwo didakwa membunuh mantan istrinya Mujiati, akhir Juli 2010. Menurut keluarga korban Andi, vonis bebas yang diberikan PT Pekanbaru melukai rasa keadilan. Keluarga menyatakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA).
"Kami tidak terima Sujarwo dibebaskan. Ia sudah divonis penjara 17 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengarayan. Kok sekarang bebas," kata Andi.
Sebelumnya, PN Pasir Pengarayan memang menyatakan Sujarwo bersalah dan memvonis 17 tahun penjara dalam sidang tanggal 30 Maret 2011. Dalam sidang, terdakwa membantah tuduhan membunuh mantan istrinya. Padahal dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Rokan Hulu, Sujarwo mengaku menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa mantan istrinya Mujiati. Ia melakukan tindakan itu agar Mujiati tidak mendapat harta gono gini setelah bercerai.
Usai divonis 17 tahun penjara di PN Pasir Pengarayan, Sujarwo melalui kuasa hukumnya mengajukan banding ke PT Pekanbaru. Akhirnya, terdakwa dinyatakan bebas dalam sidang yang digelar di PT Pekanbaru, Selasa (2/8). (dri)


KETERANGAN FOTO : Suasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengarayan, Rokan Hulu, 30 Maret 2011. Majelis hakim PN Pasir Pengarayan memvonis terdakwa Sujarwo selama 17 tahun penjara. Namun, PT Pekanbaru menyatakan terdakwa tidak bersalah sehingga harus dibebaskan dalam sidang banding, Selasa (2/8).

PT Pekanbaru Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pembunuhan

ROKAN HULU (RS) Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru memvonis bebas terdakwa kasus pembunuhan di Rokan Hulu, Sujarwo. Vonis bebas tersebut membu...

Kamis, 04 Agustus 2011

PEKANBARU (RS) Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru, Kamis (4/8) siang menyapu kabut asap akibat kebakaran lahan. Kabut seketika menghilang dan cuaca berubah lebih terang.

Kabut asap sempat terlihat pekat menjelang pagi. Warga pun mulai menggunakan masker karena udara tercemar menganggu kesehatan. Kabut asap pekat menyelimuti seluruh kawasan di Pekanbaru, meliputi 12 kecamatan selama tiga hari. Udara mengandung partikel debu ini menutupi langit ibu kota Provinsi Riau.

Kabut asap berasal dari kebakaran lahan gambut yang melanda 10 kabupaten dan kota. Jarak pandang sempat menurun menjadi hanya 300 meter sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, setelah hujan turun pukul 10.30 WIB, jarak pandang semakin menjauh dan suasana kota lebih terang.

Kabut asap sudah berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga. Pengendara di sejumlah jalan utama merasakan sesak nafas dan sakit mata akibat menghirup udara kotor. Terutama pengendara sepeda motor di Jl Sudirman, Diponegoro, Tuanku Tambusai dan Soekarno-Hatta.

Sebagian warga menggunakan alat pelindung pernafasan atau masker, menyusul memburuknya kualitas oksigen. Warga khawatir terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Saya sudah mulai batuk-batuk. Ini karena menghirup udara kotor setiap hari,” kata seorang warga, Tommy.

Tommy menyayangkan lambannya Gubernur Riau Rusli Zainal menyikapi masalah kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun. Pemerintah daerah juga dinilai kurang tanggap terhadap bencana asap. (asr)

Hujan Sapu Kabut Asap di Pekanbaru

PEKANBARU (RS) Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru, Kamis (4/8) siang menyapu kabut asap akibat kebakaran lahan. Kabut seketika menghilang d...

Rabu, 03 Agustus 2011

PEKANBARU (RS) Kabut asap akibat kebakaran lahan kembali menyelimuti Pekanbaru, Rabu (3/8). Dari pantauan satelit National Oceanic Admospheric and Administration (NOAA) yang diterima Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat 131 titik api terdeteksi di Riau.

Memasuki awal Agustus 2011, kabut asap pekat kembali terlihat di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Terutama di jalan-jalan utama, seperti Jl Sudirman, Kaharudin Nasution dan Tuanku Tambusai.

Kabut asap menyebabkan jarak pandang terbatas, Rabu (3/8). Sebagian pengendara menyalakan lampu kendaraan untuk menghindari kecelakaan. Oksigen tercemar ini berasal dari kebakaran lahan di sejumlah daerah.

Warga mengeluh karena kabut asap menyebabkan gangguan kesehatan. Udara kotor menyebabkan warga terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan iritasi mata. “Kalau naik sepeda motor, mata terasa perih. Kadang juga sesak nafas,” kata seorang warga, Hamdani.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 298 titik api (hotspot) di Sumatera. Sebagian besar berada di Provinsi Riau yang mencapai 131 titik api. Kebakaran lahan terparah terjadi di Rokan Hilir. Di daerah ini terpantau ada 39 titik api. Meski melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, warga tetap membakar lahan untuk areal perkebunan kelapa sawit dan pemukiman baru. (asr)

Ratusan Titik Api Terpantau di Riau

PEKANBARU (RS) Kabut asap akibat kebakaran lahan kembali menyelimuti Pekanbaru, Rabu (3/8). Dari pantauan satelit National Oceanic Admosph...
KAMPAR (RS) Kabut asap akibat kebakaran lahan menutupi Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (3/8). Akibatnya jarak pandang terbatas sehingga mengganggu lalu lintas kendaraan.

Kabut asap tebal terlihat di Jalan Lintas Sumatera di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar. Pengendara yang melintas di jalan penghubung Riau-Sumatera Barat ini terpaksa mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan.

Jarak pandang yang hanya lima meter rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Kabut asap berasal dari kebakaran ratusan hektare lahan gambut di Desa Rimbo Panjang dan sekitarnya.

Cuaca panas dan angin kencang di lokasi menyebabkan kebakaran dengan cepat meluas. Diduga, sekelompok warga sengaja membakar lahan ini untuk dijadikan areal perkebunan dan pemukiman. Penduduk mengaku kesulitan memadamkan api karena kekurangan air, sementara lahan yang terbakar sangat luas.

“Akhirnya kami hanya menunggu api padam. Sulit mengatasi kebakaran lahan gambut karena apinya berada di bawah permukaan tanah,” kata warga, Arman.

Memasuki awal Agustus, kebakaran lahan dan hutan kembali melanda sejumlah daerah di Riau. Akibatnya, kabut asap menyelimuti sebagian Pulau Sumatera. (asr)

Kabut Asap Selimuti Jalan Lintas Sumatera di Kampar

KAMPAR (RS) Kabut asap akibat kebakaran lahan menutupi Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (3/8). Akibatnya jarak pandang ...

Senin, 01 Agustus 2011

ROKAN HULU (RS) Puluhan warga mengamuk dan membakar dua alat berat sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Rokan Hulu, Senin (1/8). Kericuhan dipicu sengketa lahan warga dengan PT Mazuma Agro Indonesia yang berlarut-larut.

Massa menyerbu perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu. Warga yang emosi membakar dua alat berat PT Mazuma Agro Indonesia. Pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit ini juga menjadi sasaran amukan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai. Massa merusak rumah dan memaksa pekerja termasuk keluarganya meninggalkan perusahaan.

Penyerangan ini dilatarbelakangi kasus sengketa lahan warga Desa Batang Kumu dengan PT Mazuma Agro Indonesia yang tidak kunjung tuntas selama empat tahun. Warga menyatakan perusahaan menyerobot tanah ulayat seluas 5500 hektare.

Emosi warga semakin tidak terbendung karena proses hukum aksi pembakaran puluhan rumah penduduk tahun 2010 lalu berjalan lamban. “Kami kecewa terhadap aparat hukum. Sengketa lahan ini berlarut-larut sehingga merugikan masyarakat,” kata Kepala Desa Batang Kumu Sari Muda Manalu. (dri)

Massa Bakar Dua Alat Berat dalam Kericuhan Sengketa Lahan

ROKAN HULU (RS) Puluhan warga mengamuk dan membakar dua alat berat sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Rokan Hulu, Senin (1/8). Ker...

 

berdaulat.co © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com