Minggu, 31 Juli 2011

PEKANBARU (RS) Pemantauan hisab dan hilal di Pekanbaru terhalang kabut asap, Minggu (31/7). Namun, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau meyakinkan awal Ramadan jatuh besok berdasarkan pantauan bulan di daerah lain.

Pemantauan hisab dan hilal dilaksanakan di Gedung Surya Dumai Pekanbaru. Petugas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melakukan pengamatan dengan teleskop khusus. Namun hingga pukul 6 sore, belum terlihat bulan yang menentukan awal Ramadan.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Ansyari Nur, bulan awal Ramadan tidak terlihat karena terhalang kabut asap. Kondisi ini menyebabkan pemantauan hisab dan hilal di Pekanbaru terganggu.

“Belum kelihatan bulan awal Ramadan. Ini terjadi karena kabut menutupi langit Pekanbaru,” kata Ansyari.

Kabut asap akibat kebakaran lahan memang menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya sejak dua hari lalu. Meski bulan tidak terlihat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau meyakinkan bulan puasa atau 1 Ramadan, Senin (1/8). Keyakinan ini berdasarkan pengamatan hisab dan hilal di daerah lain di Provinsi Riau. (asr)

Pemantauan Hisab dan Hilal Terhalang Kabut Asap

PEKANBARU (RS) Pemantauan hisab dan hilal di Pekanbaru terhalang kabut asap, Minggu (31/7). Namun, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi...

Rabu, 27 Juli 2011

ROKAN HULU (RS) Puluhan warga mendatangi Kantor PLN Pasir Pengarayan, Rokan Hulu, Rabu (27/7). Warga mengaku tertipu oknum pegawai perusahaan mitra PLN yang memungut uang jutaan rupiah untuk pemasangan aliran listrik.

Sekitar 31 warga Kecamatan Ujung Batu mengadu ke Kantor PLN Pasir Pengarayan. Warga mengungkapkan ada pegawai pemasang listrik di Rokan Hulu melakukan penipuan.

Menurut warga, tiga orang yang mengaku pegawai CV Prima Abadi tersebut meminta uang Rp5 juta hingga Rp6 juta kepada calon pelanggan untuk pemasangan aliran listrik baru. Masyarakat bersedia membayar karena selama ini sulit mendapatkan pemasangan listrik.

“Kami tidak ada pilihan. Memang sulit dapat aliran listrik selama ini. Kalau membayar, ya tidak apa-apa. Yang penting listrik terpasang,” kata warga, Mariana.

Namun, setelah membayar dan meteran listrik terpasang dua bulan, petugas PLN malah memutuskan arus di rumah warga. Petugas PLN beralasan meteran tersebut ilegal. Warga merasa ditipu petugas yang mengaku dari CV Prima Abadi sebagai perusahaan mitra PLN.

“Kami menuntut tanggung jawab PLN. Kenapa bisa begini, sudah dipasang kok terus diputus lagi,” kata Mariana.

Sementara Manager PLN Ranting Pasir Pengarayan, Muhammad Harianja menyatakan CV Prima Abadi memang resmi mitra PLN yang beroperasi memasang aliran listrik baru ke rumah warga. Namun, petugas yang memasang listrik dan memungut biaya hingga Rp6 juta tersebut tidak terdaftar.

PLN mempersilakan warga melaporkan kasus penipuan ini ke Polres Rokan Hulu. “Silakan warga melapor kalau merasa dirugikan. Yang jelas, CV Prima Abadi itu memang resmi, tapi petugas itu yang ilegal,” kata Muhammad. (dri)

Puluhan Warga Tertipu Petugas Pemasang Listrik di Rokan Hulu

ROKAN HULU (RS) Puluhan warga mendatangi Kantor PLN Pasir Peng arayan, Rokan Hulu, Rabu (27/7). Warga mengaku tertipu oknum pegawai perusaha...
PEKANBARU (RS) Sekitar 200 mahasiswa bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa menuntut pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) bersih di Pekanbaru, Rabu (7/7). Mahasiswa mencurigai adanya upaya menunda pemungutan suara ulang dalam pemilihan Wali Kota Pekanbaru.

Unjuk rasa tiba-tiba ricuh saat ratusan mahasiswa memaksa masuk Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Mahasiswa dari berbagai universitas di Riau ini dihadang puluhan anggota Poltabes Pekanbaru.

Aksi saling pukul terjadi dan melukai beberapa pengunjuk rasa di depan gerbang Kantor Gubernur Riau. Mahasiswa dan ibu-ibu sempat memblokir Jl Sudirman sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.

“Kami menuntut tidak ada rekayasa dalam pemilukada. KPU dan Pelaksana Tugas Wali Kota Pekanbaru harus netral. Jika tidak, rakyat akan bergerak,” tegas seorang pengunjuk rasa, Ifdal.

Massa juga menuntut Gubernur Riau Rusli Zainal tidak mengintervensi pemilihan Wali Kota Pekanbaru. Menurut mahasiswa, Rusli Zainal dan KPU Pekanbaru seharusnya berada di tengah dalam menjalankan demokrasi di daerah. Gubernur Riau diminta tidak berpihak ke salah satu calon Wali Kota Pekanbaru yang juga istrinya, Septina Primawati.

Massa mendesak pemungutan suara ulang dilaksanakan sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi, yakni bulan September 2011. Mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi. (asr)

Mahasiswa Bentrok dengan Polisi Saat Unjuk Rasa Tuntut Pemilukada Bersih

PEKANBARU (RS) Sekitar 200 mahasiswa bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa menuntut pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) bersih di Pek...

Senin, 25 Juli 2011

KUANTAN SINGINGI (RS) Ratusan warga antre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (25/7). Warga membeli premium dan solar menggunakan jerigen.

Kelangkaan BBM terjadi di hampir semua SPBU di Kuantan Singingi selama satu minggu. Antara lain di SPBU Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Singingi Hilir. Ratusan warga menunggu satu sampai dua jam untuk mendapatkan premium dan solar.

Sebagian warga membawa jerigen karena takut kehabisan stok. Sementara sebagian lagi memburu BBM untuk dijual dengan harga lebih mahal, Harga premium dan solar eceran di Kuantan Singingi mencapai Rp6000 perliter. Sedangkan di SPBU hanya Rp4500 perliter.

“Kami jual lagi di kampung karena disana premium langka. Sudah seminggu seperti ini,” kata pedagang eceran, Hendri.

Petugas SPBU membolehkan warga membawa jerigen dengan alasan sudah ada izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kuantan Singingi. Menurut petugas, kelangkaan BBM terjadi akibat berkurangnya pasokan. Biasanya Pertamina menyalurkan premium dan solar 18 ribu liter dalam dua hari. Namun sekarang, hanya sekali untuk stok tiga hari. “Tidak apa-apa dijual ke warga yang pakai jerigen karena ada izin dari Disperindag Kuantan Singingi,” kata petugas SPBU, Akir.

Sales Manager Representatif Pertamina Region I Riau, Witdoso membantah kelangkaan BBM di Riau. Menurut Witdoso yang dihubungi via telepon, kekurangan premium dan solar di Kuantan Singingi disebabkan keterlambatan kendaraan yang mengangkut pasokan ke daerah. Pertamina juga membolehkan warga membeli BBM dengan membawa jerigen sepanjang ada izin dari pemerintah setempat. “Ada ketentuannya, kalau ada izin silakan. Tapi kalau tidak, itu yang kita tindak,” kata Witdoso. (asr)

BBM Langka di Kuantan Singingi, Ratusan Warga Antre di SPBU

KUANTAN SINGINGI (RS) Ratusan warga antre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupat...

Minggu, 24 Juli 2011

KUANTAN SINGINGI (RS) Ribuan warga menghadiri tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (24). Tradisi pacu jalur tetap dipertahankan masyarakat Kuantan Singingi sejak zaman penjajahan Belanda.

Festival Pacu Jalur digelar di Sungai Kuantan, Kota Teluk Kuantan, Kuantan Singingi. Warga berbondong-bondong datang ke Tepian Narosa untuk menyaksikan tradisi yang masuk kalender pariwisata nasional ini.

Sebelum lomba digelar, ribuan warga sudah memadati lokasi Pacu Jalur, menunggu tim dayung yang diunggulkan. Perahu atau masyarakat setempat menyebutnya jalur sepanjang 40 meter diisi 50 pendayung. Biasanya setiap tahun, Pacu Jalur diikuti ratusan tim dayung dari 12 kecamatan.

Salah seorang pengunjung, Iskandar mengharapkan masyarakat Kuantan Singingi melestarikan tradisi Pacu Jalur untuk memperkaya budaya nasional. “Tradisi unik karena tidak ditemukan di daerah lain. Semoga masyarakat tetap mempertahankannya sebagai budaya asli,” kata Iskandar.

Ratusan pendayung atau anak jalur bersaing memperebutkan hadiah berupa uang puluhan juta rupiah dan kerbau. Di zaman kolonial Belanda tahun 1900, pacu jalur diadakan untuk memeriahkan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina. Namun sejak kemerdekaan, Pacu Jalur digelar sebagai hiburan rakyat sebelum atau setelah Hari Proklamasi 17 Agustus.

Biasanya Pacu Jalur juga dibarengi kegiatan jual beli di sekitar lokasi acara, Kota Teluk Kuantan. Pedagang dadakan muncul di pinggir Sungai Kuantan menjual makanan khas daerah dan berbagai kebutuhan warga. Perputaran uang ratusan juta rupiah selama even budaya ini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. (asr)

Ribuan Warga Hadiri Tradisi Pacu Jalur

KUANTAN SINGINGI (RS) Ribuan warga menghadiri tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (24). Tradisi pacu jalur tetap dipert...

Jumat, 22 Juli 2011

ROKAN HULU (RS) Kebakaran lahan gambut terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (22/7). Api juga menghanguskan kebun kelapa sawit milik warga.

Sekitar 500 hektare lahan gambut di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu terbakar. Api dengan cepat meluas karena cuaca panas dan angin kencang di lokasi.

Diduga warga sengaja membakar lahan untuk areal perkebunan. Aksi ini marak terjadi setiap musim kemarau di Riau. Kebakaran lahan sulit dikendalikan sehingga merambat ke kebun kelapa sawit milik petani.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menyatakan Pemerintah Provinsi Riau gagal mengatasi kebakaran hutan dan lahan setiap tahun. Akibatnya bencana asap melanda sebagian wilayah Sumatera sampai negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Direktur Eksekutif Walhi Riau Hariansyah Usman menilai penegakan hukum tidak berjalan sehingga pembakar lahan bebas melakukan aksinya. “Aparat hukum lambat bekerja. Akibatnya tidak ada efek jera bagi perusak lingkungan sehingga aksi membakar lahan terus terjadi,” kata Hariansyah. (dri)

Kebakaran Lahan Gambut Melanda Rokan Hulu

ROKAN HULU (RS) Kebakaran lahan gambut terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (22/7). Api juga menghanguskan kebun kelapa sawit milik warga....

Kamis, 21 Juli 2011

DUMAI (RS) Menjelang bulan puasa, harga kebutuhan pokok melambung di Kota Dumai, Riau. Kenaikan yang berarti terjadi pada harga ayam, ikan dan udang di Pasar Sri Mersing, Dumai.

Kenaikan harga bahan pokok membuat para konsumen dan pedagang mengeluh. Pasalnya sembako sangat dibutuhkan, khususnya untuk berbuka puasa.

Beberapa jenis ikan di pasaran yang mengalami kenaikan adalah tuna, pari, kombolo dan tongkol. Sebelumnya berkisar hanya Rp 15 ribu, saat ini menjadi Rp 25 ribu perkilogram. Harga udang dari Rp 50 ribu naik menjadi Rp 65 ribu perkilogram. Harga ayam dari Rp 18 ribu melonjak Rp 24 ribu perkilogram.

Namun hingga saat ini, kenaikan barang kebutuhan pokok belum ditanggapi Pemerintah Kota Dumai dengan melakukan operasi pasar.

Seorang pembeli, Marnis mengharapkan pemerintah segera membantu warga dengan melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga sembako. “Kami perlu bantuan, kalau harga terus melambung, ekonomi makin susah,” kata Marnis. Ia mengaku kenaikan harga membebani masyarakat. Sementara pedagang mengeluh karena kenaikan harga membuat pembeli berkurang. Daya beli masyarakat rendah, sedangkan harga sembako terus meningkat. (bbg)

Harga Sembako Melambung di Dumai

DUMAI (RS) Menjelang bulan puasa, harga kebutuhan pokok melambung di Kota Dumai, Riau. Kenaikan yang berarti terjadi pada harga ayam, ikan d...

 

berdaulat.co © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com